Wisudawan UKDW Dituntut Taklukkan Revolusi Industri 4.0
UKDW/Humas
Jakarta: Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) kembali menggelar wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode November 2018 di Auditorium Koinonia UKDW.  Pada periode kali ini UKDW mewisuda 209 mahasiswa yang terdiri dari 185 mahasiswa dari program Sarjana (S-1) dan 24 mahasiswa dari program Pascasarjana (S-2 dan S-3).

Dari keseluruhan wisudawan, terdapat tiga mahasiswa program Sarjana (S-1) dengan predikat “Wisudawan Terbaik” yaitu William Wijaya dari Program Studi Biologi dengan IPK 3,97, Sam Lie dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,95, dan Kurniawan Edwin dari Program Studi Sistem Informasi dengan IPK 3,94. 


“Kami sungguh berharap melihat setiap lulusan dari kampus UKDW mampu menemukan dan mengembangkan potensi diri seutuhnya, serta mengalami transformasi hidup menjadi individu intelektual, profesional,” kata Rektor UKDW Henry Feriadi, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Selasa, 27 November 2018.

Menurut Henry, kondisi dunia yang sangat cepat berubah ini sering digambarkan dengan istilah “VUCA world”, yang merupakan kepanjangan dari Volatile, Uncertained, Complex, Ambigousayakni bergejolak, tidak pasti, kompleks dan membingungkan.  Kondisi seperti ini dialami pada semua spektrum kehidupan baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan alam dan keamanan, termasuk pendidikan," terangnya.

Baca: UKDW Pertahankan KKN di Dalam Kurikulum

Selain mengalami “VUCA world”, dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja juga dipengaruhi Revolusi Industri 4.0.  Menurut Henry, World Economic Forum 2017 juga pernah membahas topik mengenai kemampuan atau ketrampilan yang dibutuhkan untuk berhasil di dunia kerja menyongsong Abad ke-21.

Ada 10 kemampuan yang harus dimiliki oleh generasi muda agar bisa tetap survivedan kompetitif saat era revolusi industri 4.0  datang yaitu: complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgment and decision making, service orientation, negotiation, cognitive flexibility.

Jika dilihat dari daftar ini, kata Henry, sangat menarik, karena kemampuan akademik tidak disebutkan secara eksplisit. Namun yang justru dianggap penting adalah yang berkaitan dengan soft skills seperti karakter, sikap, kecerdasan emosi,  kerjasama, komunikasi, negosiasi, orientasi melayani dan sebagainya.

Hal itu sejalan prinsip pembelajaran seutuhnya yang dipegang UKDW, yaitu pendidikan yang menekankan pada kesatuan pendekatan spiritualitas – integritas – profesionalitas.

Meskipun masa pendidikan di UKDW telah berakhir, para wisudawan diharapkan tetap bersemangat untuk terus mengembangkan diri.  Baik secara spiritualitas, karakter, kepribadian, sikap, secara positif dan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya dalam berbagai bidang pekerjaan yang akan ditekuninya.

Sebab ijazah, transkrip akademik dan sertifikat pendamping ijasah tidaklah  otomatis menjamin lulusan memperoleh pekerjaan yang diinginkan apalagi mendapatkan kesuksesan dalam waktu singkat.




(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id