Menteri Federal Jerman dan Rektor IPB University, HE Reem Alabali Radovan dan Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si., Medcom.id/Talitha Islamey
Menteri Federal Jerman dan Rektor IPB University, HE Reem Alabali Radovan dan Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP, M.Si., Medcom.id/Talitha Islamey

Gandeng IPB University, Jerman Luncurkan Solar Cold Storage untuk Akselerasi Energi Hijau

Renatha Swasty • 19 Agustus 2026 14:55
Ringkasnya gini..
  • Pemerintah Jerman dan IPB University meresmikan fasilitas solar cold storage di Agribusiness and Technology Park IPB, Bogor.
  • Kerja sama ini membuka lapangan kerja, pelatihan vokasi, fasilitas riset, dan peluang bisnis ekonomi hijau bagi Indonesia dan Jerman.
  • Pemerintah Jerman dorong investasi swasta di Indonesia, didukung kesiapan IPB University memperluas kemitraan riset.
Bogor: Pemerintah Jerman mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan menjalin kolaborasi dengan IPB University. Kerja sama ditandai dengan peluncuran fasilitas solar cold storage di Agribusiness and Technology Park, IPB University.
 
Proyek kerja sama ini dinilai memberikan dampak positif yang saling menguntungkan atau win-win solution bagi Indonesia dan Jerman. Langkah ini sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektor swasta dari kedua negara.  
 
“Ini adalah win-win bagi kita semua. Dampak positifnya nyata untuk memerangi perubahan iklim, memberikan pelatihan vokasi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, serta memberikan peluang bisnis bagi perusahaan dari Jerman maupun Indonesia,” kata Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ), Reem Alabali-Radovan, di Agribusiness and Technology Park IPB University, Bogor, Selasa, 18 Agustus 2026.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Jerman dalam mendorong akselerasi transisi energi hijau. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat riset dan contoh penerapan teknologi energi terbarukan.
 
“Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari Pemerintah Jerman. Ini merupakan langkah inisiatif untuk transisi energi, baik di IPB University maupun di Indonesia secara umum. Kami ingin menjadi piloting unit untuk transisi energi ini, dan tentu saja memperkuat kerja sama untuk riset maupun Tri Dharma lainnya,” kata Alim.
 
Selain meresmikan fasilitas pendingin berbasis energi surya, kunjungan ini juga menjadi momen mendorong kolaborasi sektor swasta yang lebih luas di bidang ekonomi hijau. Reem mengimbau para pelaku usaha Jerman untuk melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia.
 
“Melalui proyek ini, kita bisa melihat bahwa perusahaan-perusahaan Jerman telah mulai melirik Indonesia. Namun, peluang yang ada sebenarnya jauh lebih besar. Saya mendorong adanya investasi bisnis baru, khususnya di sektor pembangunan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan,” kata Reem.
 
Ia mengatakan masih banyak hal yang perlu digarap bersama, mulai dari sisi regulasi hingga jaminan investasi. Hal ini agar lebih banyak perusahaan Jerman tertarik menanamkan modal di Indonesia.
 
IPB University menyatakan kesiapannya membuka pintu kolaborasi lebih luas guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, sekaligus memperluas jaringan kemitraan riset dan inovasi dengan berbagai lembaga serta industri di Jerman. (Talitha Islamey)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan