Pesan itu disampaikan Yassierli saat memberikan pembekalan dalam Tanoto Scholars Gathering 2026 yang mengusung tema Learn and Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact. Dalam forum tersebut, ia menyebut ratusan Tanoto Scholars merupakan calon pemimpin yang akan memasuki usia produktif ketika Indonesia menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
"Sangat luar biasa senang bertemu dengan adik-adik calon pemimpin bangsa ke depan," kata Yassierli dalam Tanoto Scholars Gathering 2026 di Pangkalan Kerinci, Riau, Kamis 23 Juli 2026.
| Baca juga:
|
Yassierli mengungkapkan dirinya telah mengenal program Beasiswa Tanoto sejak masih menjadi dosen dan guru besar di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selama bertahun-tahun mengajar, ia melihat banyak mahasiswanya menjadikan beasiswa tersebut sebagai salah satu harapan untuk melanjutkan pendidikan.
Menurut dia, beasiswa Tanoto bukan hanya membantu mahasiswa secara finansial. Tetapi juga membawa kebahagiaan bagi keluarga penerima karena membuka jalan untuk meraih cita-cita.
"Saya sudah dengar lama beasiswa Tanoto. Saya mengamati bagaimana mahasiswa-mahasiswa saya menjadikan beasiswa Tanoto sebagai salah satu harapan. Saya pernah melihat bagaimana bahagianya seseorang, bahagianya satu keluarga ketika beasiswa itu hadir memberikan kepada mereka bahwa mereka bisa menggapai mimpi mereka," lanjut Yassierli.
Karena itu, ia mengucapkan selamat kepada seluruh Tanoto Scholars yang berhasil lolos dalam program tersebut. Ia meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin, tidak hanya untuk menyelesaikan studi, tetapi juga mengembangkan kapasitas diri.
Salah satu keunggulan program Tanoto Foundation adalah tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Para penerima beasiswa juga mendapatkan berbagai program pengembangan diri, termasuk pelatihan kepemimpinan yang dinilai sangat penting untuk membentuk talenta unggul.
"Tadi saya dengar dari manajemen tidak hanya beasiswa, tapi juga program-program pengembangan diri dan leadership itu menjadi salah satu keunggulan," katanya.
| Baca juga:
|
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Tanoto Foundation dan APRIL Group karena dinilai telah membantu pemerintah dalam menyiapkan SDM berkualitas melalui investasi di bidang pendidikan. Dalam pembekalannya, Yassierli mengingatkan para Tanoto Scholars bahwa mereka akan berada pada usia sekitar 40 tahun ketika Indonesia memasuki tahun 2045. Pada usia tersebut, menurut dia, para penerima beasiswa berpotensi menjadi pemimpin di berbagai sektor.
"Satu kata kunci yang pertama yang adik-adik harus pegang dalam-dalam itu adalah Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Ia menjelaskan berbagai lembaga internasional, termasuk PricewaterhouseCoopers (PwC), memproyeksikan Indonesia menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada 2045. Namun, peluang tersebut hanya dapat terwujud apabila Indonesia memiliki SDM yang kompeten dan siap memimpin.
"Yang harus kita buktikan adalah SDM kita siap apa tidak," tegasnya.
Menurut Yassierli, Indonesia telah memiliki modal besar berupa bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, serta persatuan bangsa. Karena itu, generasi muda, termasuk Tanoto Scholars, harus menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara maju.
Pada Kesempatan yang sama, Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry menjelaskan tema Learn and Lead: Rooted in Purpose, Growing for Impact dipilih untuk mengingatkan para Tanoto Scholars bahwa ukuran keberhasilan tidak lagi sebatas pencapaian individu. Menurut Eddy, ketika seorang penerima beasiswa telah memasuki fase memimpin orang lain, keberhasilannya justru diukur dari seberapa besar kesempatan yang mampu ia ciptakan bagi orang lain untuk berkembang.
"Bagi para Tanoto Scholars yang memasuki fase lead others, jawabannya sangat jelas bahwa keberhasilan tidak lagi diukur dari pencapaian pribadi, melainkan dari kesempatan yang mampu kita hadirkan bagi orang lain," ujar Eddy.
Ia juga menyampaikan bahwa komunitas Tanoto Scholars berasal dari berbagai latar belakang. Selain penerima beasiswa reguler, terdapat pula mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang mengikuti program pendampingan kepemimpinan melalui Program TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan).
Melalui kombinasi dukungan finansial dan pembinaan kepemimpinan tersebut, Tanoto Foundation berharap para Tanoto Scholars dapat tumbuh menjadi talenta yang relevan, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun pembangunan Indonesia. Sehingga para penerima beasiswa dapat menjadi talenta unggul yang memberikan dampak nyata.
"Yang akan disampaikan hari ini adalah bagaimana saya bertumbuh dan tetap relevan agar terus bisa memberikan dampak. Sekali lagi untuk membahas bagaimana generasi muda dapat bertumbuh menjadi talenta unggul yang relevan dan berdampak," ucap Eddy.
| Baca juga: Medcom.id Spill Beasiswa OSC 2027, Simak Jadwal Pendaftarannya |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda