Pertemuan dengan Thailand bertujuan untuk menghidupkan dan memperkuat kembali perjanjian kerja sama pendidikan yang sempat berakhir antara Indonesia-Thailand. Ini sekaligus guna meningkatkan jalinan persahabatan pelajar antarkedua negara.
Rencananya, penandatanganan kerja sama terbaru ini akan dieksekusi pada Agustus 2026. "Kami bertemu Menteri Pendidikan Thailand untuk membahas kerja sama antara Indonesia dengan Thailand yang memang sudah sekian lama sebenarnya perjanjian itu selesai. Walaupun tetap ada kerja sama dan tadi disepakati untuk bulan depan akan ada penandatanganan kerja sama untuk memperkuat program pertukaran guru, pertukaran pelajar juga tentang pembelajaran AI (artificial Intelligence), hingga pelatihan mengenai AI," kata Mu'ti di sela-sela 14th ASED 2026, di Singapura, Rabu, 22 Juli 2026.

Pertemuan Bilateral antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dengan Menteri Pendidikan Thailand, Prasert Jantararuangtong. Foto: Medcom/Citra Larasati
Selain pertukaran guru dan pelajar, Indonesia juga menawarkan program unggulan seperti Darmasiswa untuk semakin mempererat diplomasi pendidikan antara Jakarta dan Bangkok.
Sebelumnya, menteri-menteri pendidikan dari negara-negara anggota ASEAN melakukan pertemuan ASEAN Education Ministers Meeting ke-14 (14th ASED) yang dihelat di Hotel Shangri-La Singapura, 22 Juli 2026.
Pertemuan 14th ASED ini juga membuahkan sejumlah kesepakatan strategis. Terdapat 15 poin pernyataan bersama yang berisi Rencana Kerja Pendidikan ASEAN 2026-2030 hingga kesepakatan Brunei Darussalam menjadi tuan rumah 15th ASED.
Hasil kesepakatan 14th ASED ini kini telah diterima secara resmi oleh Indonesia dan akan menjadi bagian dari agenda prioritas yang dilaksanakan sebelum pertemuan dua tahunan selanjutnya di Brunei Darussalam. Tak hanya itu, penanganan anak putus sekolah juga tetap menjadi salah satu fokus berkesinambungan yang dijalankan oleh negara-negara ASEAN.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda