Pelatihan guru. DOK Unri
Pelatihan guru. DOK Unri

99 SD di Pekanbaru Latih Guru Integrasikan STEM, Koding, dan AI lewat Gasing hingga Robotika Micro:bit

Renatha Swasty • 28 Juli 2026 11:08
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 99 SD di Pekanbaru ikuti pelatihan integrasi koding STEAM dan AI dari Universitas Riau untuk kuatkan berpikir komputasi.
  • Pelatihan mencakup praktik AI perangkat ajar, sains mekanika gasing STEM, koding tanpa komputer, hingga robotika Micro:bit.
  • Program pendanaan DPPM Kemendiktisaintek 2026 ini bertujuan membekali guru agar siswa adaptif dan inovatif di era digital.
Jakarta: Transformasi pendidikan tak cuma penggunaan teknologi di ruang kelas, tetapi juga menuntut guru membangun cara berpikir peserta didik sejak sekolah dasar. Sebanyak 99 sekolah dasar negeri dan swasta dari Kecamatan Binawidya, Tuah Madani, dan Payung Sekaki mengikuti pelatihan pendampingan guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan koding berbasis STEAM untuk meningkatkan keterampilan berpikir komputasi. 
 
Ketua tim pengabdian, Neni Hermita, mengatakan penguatan STEM, koding, dan AI pada jenjang sekolah dasar merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan Indonesia. Menurut dia, tantangan pendidikan saat ini bukan hanya memastikan siswa menguasai materi pelajaran, tetapi juga membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. 
 
"Guru adalah kunci transformasi pendidikan. Ketika guru mampu mengintegrasikan STEM, koding, dan AI ke dalam pembelajaran, siswa tidak hanya belajar memahami konsep, tetapi juga belajar bagaimana berpikir, menemukan solusi, dan berinovasi. Itulah keterampilan yang akan mereka butuhkan di masa depan," ujar dia. 

Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Sardius, mengapresiasi Universitas Riau atas inisiatif menghadirkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Menurut dia, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis memperkuat kompetensi guru menghadapi perubahan pembelajaran di era digital, khususnya melalui penerapan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), koding, dan Artificial Intelligence (AI) di sekolah dasar. 
 
Dia berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak guru memperoleh pendampingan untuk menghadirkan pembelajaran inovatif, kontekstual, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru. 
 
Sardius menutuskan anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar akan tumbuh pada dunia kerja yang sangat dipengaruhi oleh teknologi. Karena itu, guru perlu mulai membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta mampu memecahkan masalah. 
 
"STEM dan koding bukan sekadar materi baru, tetapi pendekatan pembelajaran yang membantu membangun cara berpikir tersebut sejak dini," ujar dia.

Pelatihan untuk penguatan konsep dan praktik

Selama satu hari penuh, peserta mengikuti empat sesi pelatihan yang dirancang bertahap, mulai dari penguatan konsep hingga praktik. Materi pertama disampaikan ketua kegiatan, Neni Hermita, yang mengangkat tema "Transformasi Pembelajaran melalui Integrasi Artificial Intelligence, STEM, dan Koding dalam Pendidikan." 
 
Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai perubahan paradigma pembelajaran di era digital serta strategi memanfaatkan AI untuk membantu guru menyusun perangkat ajar, menghasilkan media pembelajaran, merancang asesmen, hingga memberikan umpan balik yang lebih personal kepada peserta didik. AI diposisikan sebagai pendamping profesional guru yang mendukung kreativitas dan efektivitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru di kelas. 
 
Tiga sesi berikutnya dipandu Psikolog dari Rumah Edukasi, Mulia Anton, yang membawakan materi pembelajaran sains berbasis STEAM pada topik mekanika sederhana, praktik koding tanpa komputer dalam pembelajaran sekolah dasar, dan praktik koding serta robotika menggunakan Micro:bit. 
 
Berbeda dengan pelatihan yang didominasi ceramah, seluruh peserta diajak mengalami proses belajar secara langsung melalui berbagai aktivitas berbasis proyek. Salah satu aktivitas yang paling menarik perhatian adalah perancangan gasing STEM dan mobil mekanika sederhana. 
 
99 SD di Pekanbaru Latih Guru Integrasikan STEM, Koding, dan AI lewat Gasing hingga Robotika Micro:bit
Pelatihan guru. DOK Unri
  Guru bekerja dalam kelompok untuk mendesain, merakit, menguji, kemudian memperbaiki hasil rancangan berdasarkan data yang diperoleh selama percobaan. Pada akhir sesi, setiap kelompok mengikuti kompetisi untuk menghasilkan gasing dengan waktu putaran paling lama. 
 
Melalui aktivitas tersebut, peserta mempelajari berbagai konsep mekanika seperti gaya, torsi, gesekan, pusat massa, keseimbangan, dan momentum sudut. Mereka juga diperkenalkan pada engineering design process, yaitu proses merancang, menguji, mengevaluasi, dan memperbaiki sebuah produk berdasarkan hasil pengamatan. 
 
Pendekatan ini memperlihatkan konsep-konsep sains menjadi lebih mudah dipahami ketika siswa belajar melalui pengalaman nyata, bukan hanya melalui penjelasan di dalam buku. Mulia Anton menuturkan sebuah gasing dapat berputar lebih lama apabila memiliki distribusi massa yang seimbang, poros yang tepat berada di pusat massa, bentuk yang simetris, serta gesekan sekecil mungkin pada titik tumpunya. 
 
Teknik memberikan gaya awal yang stabil juga berpengaruh terhadap lamanya putaran. Prinsip-prinsip sederhana tersebut menjadi contoh bagaimana konsep fisika dapat dipelajari melalui aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang. 
Pelatihan tidak berhenti pada praktik STEM. Seluruh aktivitas kemudian dihubungkan dengan computational thinking, yaitu kemampuan berpikir sistematis yang menjadi dasar pembelajaran koding. 
 
Guru diajak menyusun urutan langkah (sequencing), memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil (decomposition), menemukan pola (pattern recognition), memperbaiki kesalahan (debugging), hingga menyusun solusi secara logis (algorithmic thinking). Pendekatan ini menunjukkan koding bukan sekadar belajar bahasa pemrograman, melainkan melatih cara berpikir yang dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran. 
 
Salah seorang peserta terbaik, guru SDN Al-Izhar Pekanbaru, Al-Fajri, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai pembelajaran sains. Selama ini, dia mengenalkan konsep mekanika melalui buku atau gambar. 
 
"Di pelatihan ini kami merancang sendiri, menguji, lalu memperbaiki desain berdasarkan hasil percobaan. Saya baru memahami bahwa gasing dapat berputar lebih lama apabila pusat massanya seimbang, porosnya presisi, dan gesekannya kecil. Pendekatan seperti ini akan jauh lebih mudah dipahami siswa karena mereka belajar melalui pengalaman langsung," tutur dia.
 
Peserta juga mempraktikkan berbagai aktivitas koding tanpa komputer dan robotika menggunakan Micro:bit. Seluruh kegiatan dirancang agar mudah direplikasi di sekolah menggunakan alat dan bahan sederhana. 
 
Hal ini menunjukkan pembelajaran STEM tidak selalu membutuhkan laboratorium mahal ataupun perangkat teknologi kompleks. Aktivitas berbasis proyek dapat diterapkan pada berbagai kondisi sekolah dengan kreativitas guru.
 
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mengintegrasikan STEM, koding, dan Artificial Intelligence (AI) ke dalam berbagai mata pelajaran, mulai dari IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, IPS, hingga pembelajaran berbasis proyek. Sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian untuk bereksperimen.
 
Kompetensi tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik dalam menghadapi berbagai kompetisi, seperti lomba STEM, sains, koding, robotika, dan inovasi teknologi di tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Penguatan kapasitas guru melalui kolaborasi antara Universitas Riau, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, dan berbagai mitra pendidikan menjadi salah satu langkah nyata menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki literasi dan numerasi yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi, serta menjadi pencipta solusi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. 
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 itu diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru pada Senin, 27 Juli 2026.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan