Basnang Said dipercaya sebagai Dirjen Pesantren pertama setelah terbentuknya satuan kerja baru setingkat eselon I. Lewat pemisahan struktur ini, Ditjen Pesantren kini berdiri sendiri dan tidak lagi berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam.
Pemisahan struktur organisasi ini mengacu pada aturan resmi dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026. Kebijakan tersebut kemudian diperkuat kembali dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2026.
“Ini adalah sejarah buat Kementerian Agama. Terwujudnya Ditjen Pesantren ini adalah sesuatu yang sudah sekian lama didambakan guna menghadirkan era baru dan iklim yang lebih menyegarkan di lingkungan pesantren,” ujar Nasaruddin Umar dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 16 September 2026.
Hal ini menjadi awal dari pengakuan negara terhadap tata kelola pendidikan pesantren yang lebih mandiri. Di balik pembentukan lembaga baru ini, tersimpan kisah inspiratif perjalanan hidup sang Dirjen yang merintis kesuksesannya dari bawah.
Lantas, seperti apa perjalanan dan rekam jejak karier Basnang Said hingga berhasil menduduki posisi penting ini? Simak ulasannya berikut ini.
Latar Belakang Pendidikan Basnang Said
Mengutip laman asadiyahpusat.org, Basnang Said mengawali masa sekolahnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) As’adiyah Lompulle, lalu melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) As’adiyah. Di lingkungan pendidikan Islam inilah dasar-dasar ilmu agama dan kecintaannya pada dunia belajar mulai terbentuk kuat.Setelah lulus dari tingkat tsanawiyah pada tahun 1990, ia meneruskan sekolah ke MA Putera Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang sampai lulus pada tahun 1993. Pendidikan di pesantren tersebut tidak hanya membekalinya dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter serta prinsip hidup yang tangguh.
Semangat belajar yang tinggi kemudian membawanya merantau ke Makassar untuk berkuliah di Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar. Di kampus itu, ia berhasil merampungkan gelar sarjananya pada tahun 1998 dengan hasil yang memuaskan.
Tidak berhenti sampai di situ, ia terus mengejar ilmu ke jenjang yang lebih tinggi hingga lulus dari Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar pada tahun 2001. Didorong rasa haus ilmu yang besar, ia kembali menempuh Program Doktor di universitas yang sama dan menyelesaikannya pada tahun 2006.
Pelantikan Dirjen Pesantren oleh Menag. DOK kemenag.go.id
Rekam Jejak Karier dan Kiprah Pengabdian
Karier Basnang Said tidak hanya cemerlang di dunia akademik, tetapi juga teruji di jalur birokrasi pemerintahan. Berbekal pengalaman yang matang, ia sebelumnya pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di Kemenag RI.Jabatan eselon II tersebut berhasil diraihnya melalui proses seleksi terbuka yang bersaing ketat dengan banyak pejabat lainnya. Rekam jejak yang bersih serta kinerjanya yang konsisten menjadikannya figur paling tepat untuk memimpin satuan kerja yang baru dibentuk ini.
Kini, di bawah komando Menteri Agama Nasaruddin Umar, ia resmi memegang kendali sebagai Dirjen Pesantren yang pertama. Pembentukan Ditjen Pesantren ini merupakan babak baru setelah resmi berpisah dari Ditjen Pendidikan Islam berdasarkan aturan yang berlaku.
Sebagai pimpinan baru, ia langsung dihadapkan pada tugas besar untuk menata kelembagaan sekaligus menghadirkan kemajuan yang cepat. Menag juga menaruh harapan besar agar ia mampu membuktikan perubahan positif tersebut dalam seratus hari pertama masa kerjanya.
Teladan dan Inspirasi bagi Generasi Muda
Kisah Basnang Said membuktikan kerja keras dan ketekunan tidak pernah mengkhianati hasil. Perjalanannya dari seorang anak daerah di pesantren hingga menduduki jabatan eselon I menjadi bukti nyata prestasi anak bangsa.Jejak langkah dan pencapaian gemilang ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi besar. Melalui ilmu, integritas, dan keikhlasan dalam mengabdi, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk membawa kemajuan bagi bangsa. (Talitha Islamey)