6 Gunung Api Erupsi Bersamaan (Dok. Medcom)
6 Gunung Api Erupsi Bersamaan (Dok. Medcom)

Penyebab 6 Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG

Renatha Swasty • 09 September 2026 16:34
Ringkasnya gini..
  • PVMBG menegaskan erupsi beberapa gunung api secara bersamaan tidak saling terhubung karena masing-masing memiliki sistem magma tersendiri.
  • Kesamaan waktu letusan terjadi lantaran posisi Indonesia berada di Cincin Api Pasifik dengan tingkat dinamika vulkanik yang tinggi.
  • Sebanyak enam gunung api di Indonesia saat ini berstatus Level III (Siaga), termasuk Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru.
Jakarta: Aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah beberapa gunung mengalami erupsi dalam waktu berdekatan. Fenomena tersebut dapat menimbulkan pertanyaan apakah erupsi beberapa gunung api secara bersamaan memiliki hubungan satu sama lain?

Indonesia memang memiliki banyak gunung api aktif karena berada di wilayah pertemuan lempeng tektonik. Namun, terjadinya erupsi pada beberapa gunung dalam waktu berdekatan tidak otomatis berarti gunung-gunung tersebut saling berkaitan atau saling memicu.

Mengapa Beberapa Gunung Bisa Erupsi Bersamaan?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan setiap gunung api mempunyai sistem magma dan dinamika vulkanik masing-masing.

Fenomena beberapa gunung api mengalami erupsi dalam waktu berdekatan sebenarnya bukan berarti seluruh gunung tersebut berada dalam satu sistem magma. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menegaskan erupsi sejumlah gunung api yang terjadi beriringan tidak saling berhubungan secara langsung.

Aktivitas tersebut antara lain berkaitan dengan keberadaan Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik yang memiliki banyak gunung api aktif. Oleh karena itu, beberapa gunung api dapat mengalami erupsi pada waktu berdekatan tanpa adanya satu fenomena besar yang saling terhubung akibat aktivitas vulkanik tersebut.

Dengan kata lain, kesamaan waktu erupsi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa satu gunung menyebabkan gunung lainnya meletus.

Faktor Lokal pada Masing-Masing Gunung

Aktivitas setiap gunung juga dipengaruhi oleh kondisi internal masing-masing, seperti perubahan tekanan magma, suplai fluida, kegempaan vulkanik, deformasi tubuh gunung, hingga kondisi saluran magma dapat memengaruhi aktivitas gunung api.

Sebagai contoh, pada Gunung Anak Krakatau, Badan Geologi mencatat adanya kecenderungan inflasi pada data tiltmeter sejak awal Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu parameter yang dipantau dalam mengevaluasi dinamika vulkanisme gunung tersebut.

Gunung Anak Krakatau kemudian mengalami episode erupsi menerus yang dimulai pada 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan masih terjadi erupsi dengan karakteristik letusan Strombolian.

Enam Gunung Api Indonesia Mengalami Erupsi Bersamaan

Melansir laman Metro TV News, berikut enam gunung api yang saat ini berstatus Level III (siaga), meliputi Gunung Anak Krakatau, Gunung Sinabung, Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Ibu.
  1. Gunung Anak Krakatau
Pada tanggal 4-6 September 2026, Gunung Anak Krakatau mengalami rangkaian aktivitas erupsi. Abu vulkanik yang dihasilkan aktivitas erupsi juga berdampak terhadap penerbangan dan menyebabkan penutupan sejumlah bandara.
  1. Gunung Sinabung
Pada tanggal 6 September 2026, asap kawah terlihat berwarna putih dan tebal dengan ketinggian sekitar 300-500 meter di atas puncak.
  1. Gunung Semeru
Pada 6 September 2026 pukul 07.51 WIB, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Erupsi kembali terjadi pada 7 September 2026 pukul 04.50 WIB, dengan amplitudo maksimum 17 milimeter dan durasi erupsi 112 detik.
  1. Gunung Merapi
Pada 6 September 2026, tercatat 64 gempa guguran dan 66 gempa hybrid atau fase banyak di Gunung Merapi.
  1. Gunung Lewotobi Laki-laki
Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) berstatus Level III (Siaga) sejak 12 Mei 2026. Masyarakat direkomendasikan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. 
  1. Gunung Ibu
Pada 6 September 2026, Gunung Ibu mengalami erupsi. Kolom letusannya mencapai sekitar 500 meter di atas puncak.

Fenomena beberapa gunung api yang erupsi dalam waktu berdekatan lebih tepat dipahami sebagai aktivitas vulkanik yang dapat terjadi pada masing-masing sistem gunung api. Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api juga perlu mengikuti rekomendasi pemerintah daerah dan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.
(Adinda Kinanthi)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan