Artinya, Rp25K sama dengan Rp25.000, sedangkan 10K pengikut berarti 10.000 pengikut. Penulisan seperti ini banyak digunakan karena lebih ringkas, terutama ketika mencantumkan harga, jumlah pengikut, hingga angka dalam berbagai informasi digital.
Namun, kenapa huruf K yang dipilih untuk mewakili ribu, bukan huruf R atau T? Jawabannya berkaitan dengan istilah kilo yang digunakan dalam sistem pengukuran.
Asal-usul Huruf K sebagai Singkatan Ribu
Dilansir dari Old Republic Surety, penggunaan K untuk menyatakan ribuan berkaitan dengan istilah kilo. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yang bermakna seribu.Istilah kilo kemudian digunakan sebagai awalan dalam sistem metrik untuk menunjukkan kelipatan seribu. Penggunaan awalan ini diperkenalkan dalam sistem metrik Prancis pada akhir abad ke-18.
Penjelasan serupa juga tercantum dalam Online Etymology Dictionary. Istilah kilo- yang berarti seribu mulai digunakan dalam bahasa Prancis pada 1795, seiring dengan penerapan sistem metrik.
Penggunaan istilah tersebut dapat ditemukan dalam berbagai satuan pengukuran. Contohnya, satu kilometer setara dengan 1.000 meter, sedangkan satu kilogram setara dengan 1.000 gram.
Dari situlah huruf K kemudian digunakan secara luas sebagai bentuk singkat untuk menyatakan angka ribuan. Dalam perkembangan selanjutnya, penggunaannya meluas hingga ke penulisan harga, nilai uang, dan jumlah pengikut di media sosial.
Kenapa Bukan Huruf M untuk Menyatakan Ribu?
Sebagian orang mungkin bertanya-tanya mengapa huruf K digunakan untuk ribuan, padahal huruf M juga pernah digunakan dalam konteks tertentu.Dilansir dari Old Republic Surety, Darrel Lamb menjelaskan bahwa dunia keuangan memiliki tradisi penulisan angka yang berbeda. Dalam sejumlah praktik akuntansi dan analisis keuangan, huruf M digunakan untuk menyatakan ribuan, sedangkan MM digunakan untuk menyatakan jutaan.
Konvensi tersebut berkaitan dengan angka Romawi. Huruf M dalam angka Romawi melambangkan 1.000, sehingga MM dimaknai sebagai seribu dikalikan seribu atau 1.000.000.
Sementara itu, penggunaan K mengikuti istilah kilo dari tradisi Yunani. Dalam sistem awalan metrik, mega digunakan untuk menyatakan satu juta, sedangkan kilo menunjukkan seribu.
Perbedaan tradisi ini membuat singkatan angka bisa memiliki arti berlainan, bergantung pada bidang dan konteks penggunaannya. Karena itu, penulisan M dalam dokumen keuangan tidak selalu bisa langsung diartikan sebagai juta tanpa melihat konteksnya.
Untuk menghindari kesalahpahaman, terutama dalam dokumen resmi atau transaksi bernilai besar, penulisan angka secara lengkap tetap menjadi pilihan yang lebih jelas.
Contoh Penggunaan K dalam Kehidupan Sehari-hari
Saat ini, huruf K sering ditemukan dalam berbagai situasi. Berikut beberapa contoh penggunaannya:Harga barang: Rp15K berarti Rp15.000, sedangkan Rp250K berarti Rp250.000.
Jumlah pengikut media sosial: 10K pengikut berarti 10.000 pengikut, sementara 100K berarti 100.000 pengikut.
Kategori lomba lari: Istilah 5K dan 10K biasanya menunjukkan jarak lomba masing-masing 5 kilometer dan 10 kilometer. Dalam konteks ini, K merupakan singkatan satuan kilometer, bukan sekadar pengganti tiga angka nol.
Data dan teknologi: Awalan kilo juga digunakan dalam istilah seperti kilobyte dan kilowatt, meskipun arti tepatnya bergantung pada satuan yang digunakan.
Penggunaan K membuat angka lebih ringkas dan mudah dibaca. Meski demikian, penting untuk memahami konteksnya agar tidak salah menafsirkan angka yang tercantum.
Jadi, K menjadi singkatan ribu karena berkaitan dengan istilah kilo yang berarti seribu. Penggunaannya berawal dari sistem pengukuran metrik, kemudian berkembang menjadi kebiasaan penulisan angka yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
(Ellen Octovia Suherman)