Ilustrasi barel. Foto: Pexels/Tom Fisk
Ilustrasi barel. Foto: Pexels/Tom Fisk

Satu Barel Berapa Liter? Ini Konversi dan Fungsinya dalam Industri Migas

Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Oktober 2026 14:41
Ringkasnya gini..
  • Istilah satuan barel sering digunakan pada konteks minyak dunia.
  • Secara umum, 1 barel setara dengan 159 liter.
  • Satuan barel digunakan untuk menyatakan harga minyak dunia, mencatat produksi dan memperkirakan cadangan minyak, serta estimasi emisi karbon.
Jakarta: Istilah barel sering ditemukan dalam pemberitaan mengenai harga minyak dunia, produksi minyak mentah, hingga cadangan energi suatu negara. 

Namun, tidak semua orang mengetahui berapa liter isi satu barel dan mengapa satuan ini banyak digunakan dalam industri minyak dan gas.

Secara umum, 1 barel minyak setara dengan sekitar 159 liter. Ukuran ini merupakan standar internasional yang digunakan untuk menyatakan volume minyak mentah dan berbagai produk minyak lainnya.

Mengutip situs resmi PGN LNG, satu barel minyak memiliki volume 42 galon Amerika Serikat atau setara dengan sekitar 158,987 liter. Angka tersebut biasanya dibulatkan menjadi 159 liter untuk memudahkan perhitungan.


1 Barel Berapa Liter?


Dalam industri minyak dan gas, barel biasanya disingkat menjadi bbl. Satuan ini digunakan untuk mengukur volume minyak yang diproduksi, diperdagangkan, maupun diolah di kilang.

Berikut konversi dasar yang perlu diketahui:

1 barel = 42 galon AS
1 barel = sekitar 158,987 liter
1 barel = sekitar 159 liter
1 barel = sekitar 0,159 meter kubik

Untuk menghitung konversi barel ke liter, jumlah barel cukup dikalikan dengan 158,987.

Sebagai contoh, jika suatu perusahaan memproduksi 10 barel minyak, volumenya setara dengan sekitar 1.589,87 liter. Sementara itu, 100 barel minyak setara dengan sekitar 15.898,73 liter.

Perlu diketahui bahwa konversi tersebut merupakan standar untuk barel minyak. Satuan barel yang digunakan untuk produk atau keperluan lain bisa memiliki definisi berbeda, sehingga konteks pengukurannya perlu diperhatikan.
 


Berawal dari Sebuah Kebiasaan


Menurut PGN LNG, penggunaan barel dalam industri minyak berawal dari kebiasaan menyimpan dan mengangkut minyak menggunakan tong pada masa awal perkembangan industri perminyakan di Amerika Serikat pada abad ke-19.

Meskipun minyak mentah kini disimpan dan didistribusikan menggunakan fasilitas modern, satuan barel tetap digunakan sebagai standar pengukuran dalam perdagangan minyak internasional.
 

Fungsi Barel


Salah satu fungsinya adalah untuk menyatakan harga minyak dunia. Ketika harga minyak mentah diberitakan sebesar US$70 per barel, misalnya, angka tersebut menunjukkan harga untuk setiap satuan volume minyak sebesar satu barel.

Selain itu, barel digunakan untuk mencatat produksi dan memperkirakan cadangan minyak suatu negara. Dalam operasional kilang, kapasitas pengolahan juga kerap dinyatakan dalam barel per hari atau barrels per day (bpd).

Estimasi emisi karbon dan lingkungan pun dapat diukur melalui penggunaan satuan barel ini karena setiap barel minyak yang dibakar untuk bahan bakar dapat menghasilkan sejumlah emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2). 

(Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan