Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq. DOK Instagram @fajarrizaulhaq
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq. DOK Instagram @fajarrizaulhaq

Wamendikdasmen Ajak Anak Muda Jadikan Sumpah Pemuda Lawan Sumpah Serapah

Renatha Swasty • 28 Oktober 2026 13:32
Ringkasnya gini..
  • Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengajak generasi muda memaknai Sumpah Pemuda ke-98 untuk memperbaiki etika bermedia sosial.
  • Fajar menegaskan semangat bahasa persatuan harus diimbangi dengan bahasa keadaban guna meredam budaya sumpah serapah di ruang digital.
  • Anak muda diimbau tetap menjaga jiwa merah putih serta berkontribusi memberi solusi nyata bagi bangsa di tengah tantangan global.
Jakarta: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengajak anak muda memahami kembali makna Sumpah Pemuda. Ia berharap semangat itu bisa dipakai untuk menghadapi kebiasaan buruk di media sosial.

Pesan ini disampaikan Fajar kepada anak muda Indonesia yang setiap hari akrab dengan media sosial untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu, 28 Oktober 2026. Ia juga mengingatkan bahwa bangsa ini sedang menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.

Oleh karena itu, anak muda diminta tetap menjaga rasa cinta pada bangsa dan negara. Fajar mengingatkan Sumpah Pemuda kini memasuki usia ke-98 tahun.

Dua tahun lagi, bangsa ini akan genap memperingati satu abad Sumpah Pemuda. Menurut dia, semangat Sumpah Pemuda perlu dipahami lagi dengan cara yang sesuai zaman sekarang.

Dengan begitu, nilai-nilainya tetap terasa dekat dengan kehidupan anak muda. Fajar menggambarkan media sosial saat ini sangat ramai dan penuh kegaduhan, dengan banyak orang saling berkomentar menggunakan kata-kata kasar. 

"Tentu perkembangan media sosial tak terhindarkan, dan itu udah menjadi bagian dari kehidupan kita," kata Fajar dikutip dari unggahan akun Instagram @fajarrizaulhaq, Rabu, 28 Oktober 2026.
 

Meski begitu, kebiasaan berkata kasar tidak boleh dianggap wajar. Karena itu, semangat Sumpah Pemuda perlu menjadi pegangan agar anak muda lebih bijak dalam bermedia sosial.

"Spirit Sumpah Pemuda ini harus menjadi antitesis, ya, dari, dalam tanda petik, budaya sumpah serapah di media sosial," tegas dia.

Fajar mengajak masyarakat memperkuat persatuan sebagai satu bangsa yang beradab. Menurut dia, persatuan tidak hanya soal berbicara dengan bahasa yang sama, tetapi juga soal cara berbicara yang sopan dan penggunaan bahasa persatuan dengan baik.

"Sumpah kita terhadap satu bahasa, dan juga bahasa keadaban," kata Fajar.

Fajar menyebut tugas utama saat ini adalah terus memajukan bangsa di tengah situasi yang sulit ditebak. Menurut dia, banyak negara lain juga mengalami hal yang sama.

“Negara kita masih aman. Tentu ada tantangan, ada masalah, tuntaskan bersama-sama,” kata dia.

Menurut Fajar, hal terpenting adalah anak muda tetap punya rasa cinta pada Tanah Air. Sikap itu dinilai menjadi fondasi bagi generasi muda dalam menjaga persatuan bangsa.

“Ada komitmen para pemuda dan pemudi kita untuk terus punya jiwa merah putih,” kata dia.

Rasa cinta itu diharapkan mendorong anak muda memberi solusi atas masalah bangsa. Mereka diharapkan lebih banyak berbuat baik daripada ikut menambah keributan.

“Selamat Sumpah Pemuda untuk kita semua. Jayalah bangsa Indonesia,” ujar dia. (Talitha Islamey)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan