"Langkah mewujudkan PAUD berkualitas dan mudah diakses harus dikedepankan untuk menghadirkan pendidikan dasar yang baik dan berkesinambungan bagi setiap anak bangsa," kata Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diunggah mencatat angka partisipasi kasar (APK) PAUD usia 3-6 tahun pada 2025 meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2024, APK PAUD usia 3-6 tahun sebesar 36,03 persen; pada 2025, APK PAUD usia 3-6 tahun sebesar 36,19 persen.
Prosentase anak yang belum mengikuti PAUD relatif cukup besar, sekitar 64 persen. Rerie berpendapat sejumlah tantangan seperti masih adanya kesenjangan kualitas PAUD di perkotaan dan perdesaan, keterjangkauan biaya, dan kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anak sejak dini, harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Baca Juga :
65% Anak Indonesia Tak Punya Akses ke PAUD
Anggota Komisi X DPR RI itu mengatakan PAUD merupakan fondasi krusial dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sejak dini. Hal itu sejalan dengan peta jalan untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Dia berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah serta masyarakat dapat membangun kolaborasi kuat untuk menghadirkan layanan PAUD yang merata dan berkualitas di setiap daerah.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan keberhasilan program PAUD merupakan salah satu kunci penentu dalam memutus mata rantai ketertinggalan dan menyiapkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News