Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Menbud Fadli Zon dalam Tausiah 1 Muharam. Youtube: Kemendikdasmen
Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Menbud Fadli Zon dalam Tausiah 1 Muharam. Youtube: Kemendikdasmen

Tiga Menteri Prabowo Komit Bangun Peradaban Lewat Sains, Pendidikan, dan Kebudayaan

Ilham Pratama Putra • 06 Juli 2026 18:34
Ringkasnya gini..
  • Brian Yuliarto menyebut semangat hijrah harus mendorong kemajuan pendidikan, sains, dan teknologi.
  • Fadli Zon menilai Tahun Baru Hijriah menjadi bagian dari ekspresi budaya yang memperkaya identitas bangsa.
  • Abdul Mu'ti mengajak memaknai hijrah sebagai perubahan perilaku dan penguatan karakter menuju pribadi yang lebih baik.
Jakarta: Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimaknai sebagai pengingat pentingnya membangun peradaban melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Pesan itu mengemuka dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam yang dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
 
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan peristiwa hijrah Rasulullah SAW bukan sekadar perpindahan tempat. Melainkan titik balik yang membawa perubahan besar dalam sejarah Islam. 
 
Menurut dia, semangat tersebut perlu menjadi inspirasi bagi Indonesia untuk melakukan lompatan melalui kemajuan pendidikan, sains, dan teknologi "Hijrah itu game changer, yang membuat terjadi perubahan signifikan dalam perjuangan Islam," ujar Brian di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menyebut Indonesia juga perlu menghadirkan perubahan besar melalui penguatan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan begitu, bangsa Indonesia mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga martabatnya di tengah perkembangan global.
 
"Nah Indonesia ini bagaimana kebangkitan kemajuan pendidikan, teknologi, sains, semoga bisa kita lahirkan untuk meningkatkan kemuliaan bangsa Indonesia," tutur dia.
 
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengingatkan Tahun Baru Hijriah tidak hanya memiliki makna spiritual. Tetapi juga telah menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Indonesia. 
 
 
Baca juga: Larangan dan Sanksi Lengkap MPLS Ramah 2026, Panitia Bisa Diberhentikan Jika Melanggar  

 
Peringatan 1 Muharram dirayakan dalam beragam tradisi di berbagai daerah sebagai bentuk akulturasi budaya yang tetap menjaga nilai-nilai Islam. Ia mencontohkan berbagai tradisi yang berkembang di masyarakat, seperti kirab budaya hingga perawatan benda-benda pusaka. 
 
Menurut Fadli, tradisi tersebut merupakan bagian dari ekspresi budaya yang perlu dipahami dalam konteks pelestarian warisan budaya. Bukan semata-mata dikaitkan dengan hal-hal mistis.
 
Di sisi lain, Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengajak masyarakat memaknai hijrah sebagai perubahan perilaku menuju pribadi yang lebih baik. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan seorang muslim sejati adalah mereka yang mampu menjaga orang lain dari ucapan dan perbuatannya.
 
Mu'ti juga mengingatkan hakikat hijrah bukan hanya berpindah tempat. Melainkan meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.
 
"Orang yang berhijrah adalah mereka yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala," kata Mu'ti.
 
Melalui momentum Tahun Baru Islam, ketiga menteri tersebut sama-sama menekankan pentingnya menjadikan nilai hijrah sebagai inspirasi membangun Indonesia. Semangat perubahan itu dinilai perlu diwujudkan melalui penguatan karakter, pelestarian budaya, serta kemajuan pendidikan, sains, dan teknologi sebagai fondasi peradaban bangsa.
 
Baca juga: SPMB DKI Jakarta 2026: Waktunya CMB Pilih Sekolah, Ini Caranya!  

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA