Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara
Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara

Dari Ruang Kelas ke Panggung MotoGP Mandalika, Akses Digital bagi Disabilitas Netra Dibuka

Citra Larasati • 23 Oktober 2026 00:03
Ringkasnya gini..
  • Pertamina Foundation salurkan smartphone aksesibel bagi disabilitas netra untuk wujudkan pendidikan setara.
  • Beasiswa Sobat Istimewa tak sekadar beri gawai, namun dampingi siswa lewat fitur TalkBack dan pelatihan digital.
  • 30 siswa SLB di Indonesia Timur kini siap merajut asa dan belajar mandiri lewat inisiatif Digital Netra Setara.
​Jakarta: Bagi sebagian orang, sebuah ponsel pintar mungkin dipandang sebagai perangkat komunikasi biasa. Namun, di tangan anak penyandang disabilitas netra, gawai ini berubah menjadi "mata" pembuka jendela pengetahuan, membantu mereka mengakses materi ajar, mencerna informasi, dan belajar jauh lebih mandiri.

Peluang emas inilah yang dihadirkan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation lewat program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara. Sebanyak 10 siswa tunanetra dari SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), resmi menerima bantuan smartphone khusus yang telah dikonfigurasi dengan aplikasi pendukung aksesibilitas pendidikan.

Langkah inklusi ini bahkan mendapat panggung yang membanggakan. Ada dua siswa penerima manfaat, Rendi dan Nindi yang diundang khusus dalam seremoni penyerahan bantuan di tengah gemuruh ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.

Pesan yang dibawa sangat kuat, yakni dari sunyinya ruang kelas SLB hingga riuhnya sirkuit internasional, setiap anak tanpa pengecualian memiliki hak dan potensi setara untuk menaklukkan dunia pendidikan.

Izron Harsan Sahilin, siswa SLBN 2 Lombok Tengah, menjadi salah satu bukti nyata efektivitas program ini. Kehadirannya mengukuhkan bahwa perangkat teknologi yang disalurkan bukan sekadar barang pajangan, melainkan peranti krusial yang menunjang aktivitas kognitif mereka.

Setiap unit ponsel telah dilengkapi fitur TalkBack (pembaca layar) dan teknologi text-to-speech berbahasa Indonesia. Melalui sensor suara ini, siswa dapat "membaca" buku digital, mengerjakan modul, hingga mengeksplorasi ragam aplikasi pendidikan tanpa hambatan berarti.

“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian. Melalui Digital Netra Setara, Pertamina berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi juga mencakup pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses belajar sehari-hari,” ujar President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari. 
   

Bukan Sekadar Serah Terima Barang

Kekuatan utama program ini terletak pada pendampingannya. Pertamina Foundation tidak menerapkan sistem hit-and-run. Selain siswa, para guru dan mentor pendamping juga digembleng agar mahir membimbing penggunaan teknologi pembelajaran adaptif ini.

Selama kurang lebih tiga bulan, para penerima beasiswa ini menjalani pendampingan intensif. Modul pelatihannya sangat komprehensif, mencakup navigasi dasar TalkBack, teknik mengetik dan berkomunikasi, pemanfaatan Learning Management System (LMS), hingga literasi keamanan digital.

Pendekatan strategis ini memastikan bantuan tidak berhenti sebagai aset fisik, melainkan bertransformasi menjadi soft-skill berkelanjutan yang memberdayakan siswa untuk mandiri dalam belajar.

“Saya senang mendapatkan bantuan smartphone ini. Semoga smartphone ini bisa membantu saya belajar, membaca materi pelajaran, dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Saya ingin terus belajar dan meraih cita-cita saya,” ujar Izron.

Program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara secara nasional telah merangkul 30 siswa istimewa yang tersebar di wilayah timur Indonesia: NTT, NTB, Maluku, dan Maluku Utara. Khusus di Lombok Tengah, bantuan dialokasikan bagi enam siswa SLBN 1 dan empat siswa SLBN 2.

Inisiatif humanis Pertamina ini menjadi bukti konkret pengejawantahan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 terkait Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Pengurangan Kesenjangan. Pada akhirnya, inklusivitas bukan sekadar memberikan fasilitas, tetapi mendampingi setiap anak untuk berani tumbuh dan menentukan arah masa depannya sendiri.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan