Pengurus PPI Taiwan, dokumentasi PPI Taiwan.
Pengurus PPI Taiwan, dokumentasi PPI Taiwan.

Pemerintah Diminta Atur Ulang Tata Kelola Kuliah-Magang

Pendidikan Pendidikan Tinggi Mahasiswa di Taiwan
Intan Yunelia • 07 Januari 2019 18:43
Jakarta:Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan meminta pemerintah Indonesia untuk mengatur ulang tata kelola kuliah-magang di luar negeri. Tata kelola yang belum rapi menimbulkan permasalahan dalam pola rekrutmen calon mahasiswa.
 
"Kami berharap pada Pemerintah Indonesia untuk hadir memberikan kepastian dan jaminan terhadap pendidikan luar negeri, khususnya kuliah magang Taiwan," kata Ketua PPI Taiwan, Sutarsis, Senin, 7 Januari 2019.
 
Sutarsis melanjutkan, pemerintah harus melihat kembali fakta-fakta atau kondisi riil dari implementasi kuliah-magang di beberapa kampus penyelenggara program 'Industri Academia Collaboration' yang pemerintahan Taiwan fokus pada peserta didik dari Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga diharapkan ada penjelasan menyeluruh kepada publik, pembelajaran bagi masyarakat, dan mendorong kesungguhan kedua belah pihak pemerintah yaitu Taiwan dan Indonesia," ujar Sutarsis.
 
Baca:Tujuh Hal Penting Sebelum Kuliah Magang di Luar Negeri
 
Hal tersebut bisa dilakukan dengan melakukanmonitoring, evaluasi, penataan kembali sistem, mutu dan kurikulum pendidikan, sistem pendukungnya, tata kelola rekrutmen, tata kelola
internshipindustri. Agar kuliah magang ini bisa memenuhi standar kualitas pendidikan tinggi.
 
Sementara itu, saat ini pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Taiwan mencapai 6.000 pelajar. Mereka terdiri dari mahasiswa dengan strata pendidikan D3,S1,S2,dan S3.
 
"Diperkirakan kurang lebih 1.000 mahasiswa yang mengikuti program kuliah-magang. Di mana dalam satu universitas sudah mencapai 400 mahasiswa Indonesia S1/D3 program kuliah magang," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi