Huruf miring tidak hanya digunakan untuk memperindah tampilan tulisan. Penggunaannya berkaitan dengan penulisan judul karya, penegasan kata, hingga pencantuman istilah yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah.
Sebelum membahas fungsi dan contohnya, yuk kenali lebih dulu apa yang dimaksud dengan huruf miring. Simak selengkapnya dikutip dari laman ejaan.kemendikdasmen.go.id dan Instagram @kemendikdasmen:
Apa Itu Huruf Miring?
Huruf miring adalah bentuk tulisan yang digunakan untuk keperluan tertentu dalam penulisan bahasa Indonesia. Penggunaannya mencakup penandaan judul karya, penegasan bagian tertentu dalam kalimat, serta penulisan kata atau ungkapan dari bahasa asing dan bahasa daerah.Aturan penggunaan huruf miring telah diatur dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia. Karena itu, pemakaiannya perlu disesuaikan dengan konteks agar tidak keliru.
Setidaknya terdapat tiga fungsi utama huruf miring dalam bahasa Indonesia. Berikut penjelasannya:
3 Fungsi Huruf Miring dan Contohnya
1. Menuliskan Judul Karya dan Nama MediaHuruf miring digunakan untuk menulis judul buku, film, album lagu, acara televisi, siniar, lakon, serta nama media massa yang dikutip dalam tulisan, termasuk pada daftar pustaka.
Contohnya, nama acara Bulan Bahasa yang diberitakan kabarbahasa.com, sinetron Keluarga Cemara yang telah tayang belasan episode, serta film Habibie dan Ainun yang diangkat dari kisah nyata.
Penggunaan huruf miring juga berlaku pada nama album, seperti album KICAU yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
2. Menegaskan atau Mengkhususkan Huruf dan Kata
Fungsi berikutnya ialah untuk memberikan penegasan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, maupun kelompok kata tertentu dalam sebuah kalimat. Sebagai contoh, huruf terakhir dalam kata abad adalah d.
Contoh lainnya, imbuhan ber- pada kata berjasa memiliki makna “memiliki”. Huruf miring juga dapat digunakan ketika memberikan instruksi yang menekankan kata tertentu, misalnya meminta seseorang membuat kalimat menggunakan ungkapan lepas tangan.
3. Menuliskan Kata dalam Bahasa Daerah atau Bahasa Asing
Huruf miring turut digunakan untuk menulis kata atau ungkapan yang berasal dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Beberapa contohnya ialah nama ilmiah buah manggis, yaitu Garcinia mangostana.
Selain itu, istilah asing Weltanschauung yang berarti “pandangan dunia”, serta ungkapan tut wuri handayani sebagai semboyan pendidikan. Dalam bidang olahraga, istilah men sana in corpore sano juga menjadi contoh penggunaan huruf miring untuk ungkapan berbahasa asing.
Baca Juga :
Bahasa Indonesia Ditargetkan Jadi Bahasa Internasional 2045, Pemerintah Genjot Diplomasi Lewat BIPA
Catatan Penting Penggunaan Huruf Miring
Selain memahami ketiga fungsi tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan huruf miring tidak keliru. Nama diri, seperti nama orang, lembaga, organisasi, atau merek dagang dalam bahasa asing maupun bahasa daerah, tidak ditulis menggunakan huruf miring.Sementara itu, apabila tulisan dibuat dengan tangan atau menggunakan mesin tik, bagian yang seharusnya dicetak miring cukup diberi tanda berupa satu garis bawah. Dengan memahami fungsi dan ketentuan tersebut, kamu diharapkan dapat lebih cermat menggunakan huruf miring dalam berbagai jenis tulisan, baik karya ilmiah, jurnalistik, maupun dokumen formal lainnya.
Nah, itulah penjelasan dari penggunaan huruf miring mulai dari pengertian hingga contohnya. Semoga menambah wawasan kamu ya!