Penandatanganan antara Universitas Darunnajah dengan Rene Turos Group
Penandatanganan antara Universitas Darunnajah dengan Rene Turos Group

Gebrakan Baru Pesantren Darunnajah, Sulap Karya Santri Biar Tembus Pasar Dunia

Citra Larasati • 12 September 2026 18:53
Ringkasnya gini..
  • Darunnajah dan Rene Turos Group gandengan tangan untuk sulap UDN Press jadi penerbit profesional kelas dunia.
  • Tidak cuma buat orang dalam, karya intelektual santri kini disiapkan agar tembus pasar nasional hingga global.
  • Kolaborasi ini pastikan buku karya santri lebih relate, kontekstual, dan menjawab kebutuhan pembaca masa kini.
Jakarta: Dunia pesantren menyimpan segudang gagasan dan tradisi intelektual yang luar biasa. Sayangnya, potensi raksasa ini kerap terbentur pada tantangan distribusi dan pengemasan.

Menjawab hal tersebut, Pondok Pesantren Darunnajah membuat gebrakan baru agar karya akademik santri tidak hanya jago kandang, tapi siap menembus pasar global. Langkah strategis ini diwujudkan lewat kolaborasi apik antara Universitas Darunnajah dan Rene Turos Group.

Keduanya sepakat merombak ekosistem literasi, mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM), percetakan, hingga kualitas karya akademik yang dihasilkan. Sinergi ini diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, oleh Ketua Yayasan Darunnajah K.H. Hadiyanto Arief dan CEO Rene Turos Group Luqman Hakim Arifin.

Sorotan utama dari kerja sama ini adalah transformasi total Universitas Darunnajah Press (UDN Press). Penerbit kampus ini ditargetkan naik kelas menjadi institusi profesional yang siap bertarung di rak buku nasional hingga internasional.

“Kami tidak ingin UDN Press hanya menjadi penerbit internal kampus,” kata Hadiyanto dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.

“Kami ingin UDN Press tumbuh menjadi penerbit yang profesional, mampu menghasilkan karya berkualitas, dan ke depan memiliki akses untuk masuk ke pasar buku yang lebih luas, bahkan pasar global," terangnya.

Menurut Hadiyanto, penerbitan adalah ujung tombak pelestarian tradisi intelektual. Gagasan brilian dari bangku kuliah dan pesantren butuh treatment serius, mulai dari kurasi naskah, penyuntingan tajam, hingga strategi distribusi, agar dampaknya benar-benar terasa di masyarakat luas.

Di sinilah Rene Turos Group mengambil peran krusial. Mereka siap turun gunung mendampingi UDN Press lewat penguatan kelembagaan, pelatihan SDM, program magang eksklusif, hingga eksekusi penerbitan buku akademik.

Rencananya, kolaborasi ini juga akan memanjakan pecinta buku lewat sederet agenda kreatif kekinian, seperti siniar literasi, workshop kepenulisan, hingga bedah buku interaktif.

Bagi CEO Rene Turos Group Luqman Hakim Arifin, PR terbesar industri penerbitan saat ini bukanlah sekadar mencetak banyak buku, melainkan meracik konten yang benar-benar dicari dan punya value di mata pembaca muda. “Tugas kita adalah bagaimana gagasan-gagasan itu bisa diolah menjadi produk literasi yang relevan, menarik, dan benar-benar dibutuhkan pembaca,” ujar Luqman.

Ia menekankan, gagasan yang berbobot sekalipun akan sia-sia jika penerbit gagal membaca tren dan kebutuhan audiensnya. “Produk literasi yang baik bukan hanya yang bagus menurut kita, tetapi harus ‘related’ dengan pembacanya,” katanya.

“Untuk itu, kami ingin bersama-sama mengembangkan produk literasi santri dan pesantren yang kontekstual, tepat sasaran, dan punya peluang menjangkau audiens yang lebih luas," ujarnya.

Lebih dari sekadar mencetak buku, manuver Darunnajah dan Rene Turos Group ini diharapkan menjadi embrio dari ekosistem literasi pesantren yang modern dan berkelanjutan. Ke depan, suara dan karya intelektual santri diproyeksikan makin vokal mewarnai ruang publik, menjangkau pembaca lintas generasi, dan membuktikan bahwa tradisi keilmuan pesantren sangat relevan dengan dinamika peradaban masa depan.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan