Kecelakaan terjadi di KM 28+920 pada pukul 20.52 WIB. Hingga pukul 08.45 WIB pada Selasa, 28 April 2026, kecelakaan mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka.
"Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 April 2026.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI memastikan barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi kejadian telah diamankan dan saat ini berada di layanan lost and found. Pendataan dan pengelolaan barang dilakukan terkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk mendukung proses identifikasi dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
KAI juga menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga memperoleh informasi terkait korban dan penumpang. Keluarga dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Untuk sementara waktu, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL dilayani hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional kereta api dengan pengaturan terbatas.
Pakar pendidikan sekaligus pengguna setia KAI, Ki Darmaningtyas, menyebut tabrakan antara kereta jarak jauh dan KRL ini merupakan yang pertama kali terjadi sepanjang sejarah. Dia juga mengingatkan rangkaian kecelakaan dalam satu bulan terakhir termasuk anjloknya KA Bangun Karta di Bumiayu, Brebes pada 6 April 2026.
Kondisi ini menunjukkan adanya masalah serius di tingkat manajerial PT KAI yang perlu segera diaudit. Merespons kejadian itu, PT KAI menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh penumpang serta awak mendapatkan penanganan secepatnya, sambil terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan.
Insiden ini kembali mengingatkan betapa pentingnya ilmu perkeretaapian, mulai dari sistem operasi, keselamatan, hingga manajemen penanganan kecelakaan. Nah, buat Sobat Medcom yang tertarik mendalami bidang ini, kabar baiknya adalah sudah ada sejumlah kampus di Indonesia yang membuka program studi perkeretaapian. Berikut daftarnya!
Kampus yang buka prodi perkeretaapian
1. Institut Teknologi Sumatera (ITERA)
Program Studi Teknik Perkeretaapian ITERA resmi berdiri pada 5 Agustus 2020 di bawah Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan. ITERA menjadi universitas pertama di Indonesia yang membuka program studi Teknik Perkeretaapian pada jenjang sarjana (S1).Kurikulum S1 ditempuh melalui 144 SKS selama 8 semester, dengan visi menjadi program studi yang unggul dan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia perkeretaapian di tingkat nasional hingga internasional. Program studi ini telah mendapatkan akreditasi Baik dari BAN-PT.
Dalam perkuliahannya, mahasiswa ITERA mempelajari empat bidang keilmuan utama. Pertama, Prasarana Kereta Api, yang mencakup konstruksi jalan rel, geometri jalan rel, struktur pendukung seperti jembatan dan terowongan, rekayasa tanah, serta geoteknik dalam perkeretaapian.
Kedua, Sarana Kereta Api, yang memfokuskan pada rancang bangun kendaraan rel meliputi bogie, sistem pengereman, propulsi dan traksi, dinamika kendaraan, manufaktur, hingga perawatannya. Ketiga, Persinyalan dan Telekomunikasi, yang mengupas sistem pengendalian perjalanan kereta dari persinyalan mekanik dan elektrik hingga teknologi modern seperti Communication Based Train Control (CBTC), GSM-R, dan Centralized Traffic Control (CTC).
Keempat, Manajemen Operasi, yang mengkaji perencanaan dan pengendalian operasi perjalanan kereta termasuk timetabling, dispatching, manajemen gangguan, analisis risiko, keselamatan operasional, dan manajemen bisnis transportasi rel. Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui laman https://ka.itera.ac.id.
2. Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Program Studi Sarjana Terapan (D4) Perkeretaapian Politeknik Negeri Madiun berdiri sejak 2018 dan mulai menerima mahasiswa pada tahun ajaran 2018/2019. Berdirinya program studi ini didasari surat mandat dari Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti Nomor 1795/C.C/KL/2018, yang kemudian dikuatkan dengan terbitnya Keputusan Menteri Ristek Dikti Nomor 624/KPT/I/2018.Alasan lain pendirian prodi ini adalah keberadaan industri perkeretaapian PT INKA di Madiun serta proyeksi kebutuhan tenaga kerja perkeretaapian yang diperkirakan mencapai 30.000 orang hingga tahun 2025. Lulusan program ini disiapkan untuk menjadi Rollingstock Designer, Rollingstock Production Engineer, Rollingstock Inspector, Researcher and Academician, Leader, hingga Entrepreneur.
Kompetensi yang diajarkan meliputi pengembangan teknologi perkeretaapian, perancangan elemen struktur sistem perkeretaapian, perancangan sistem kendali kereta api berdasarkan standar SNI dan ISO, pengujian instrumentasi sistem kendali, propulsi perkeretaapian, sistem kelistrikan kereta api, pengendalian peralatan gerak dan pembangkitan listrik, serta manajemen proses produksi dan pengendalian kualitas pada industri kereta api. Untuk informasi lebih lengkapnya, Sobat Medcom dapat mengakses melalui laman ini: https://perkeretaapian.pnm.ac.id.
3. Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun (PPI Madiun)
Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun adalah perguruan tinggi vokasi negeri di bawah Kementerian Perhubungan yang berlokasi di Jalan Tirta Raya, Kota Madiun, Jawa Timur. PPI Madiun berdiri sebagai amanat UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan mulai beroperasi pada tahun akademi 2014–2015 dengan empat program pendidikan.Menempati lahan seluas 19,8 hektar, PPI Madiun saat ini memiliki 50 dosen terdiri dari 25 dosen tetap dan 25 dosen tidak tetap yang berasal dari kalangan regulator, operator, dan industri perkeretaapian. PPI Madiun membuka empat program studi D3, yakni Teknologi Mekanika Perkeretaapian, Manajemen Transportasi Perkeretaapian, Teknologi Elektro Perkeretaapian, dan Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian.
Program Studi D3 Teknologi Elektro Perkeretaapian bahkan telah meraih akreditasi "Unggul" dari LAM Teknik berlaku sejak April 2025 hingga April 2030. Dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), Indonesia membutuhkan 78.740 SDM operator perkeretaapian hingga tahun 2030, dan PPI Madiun menjalankan kelas reguler maupun kelas paralel untuk SDM yang sudah bekerja di sektor ini.
Guna menghasilkan lulusan berstandar global, para pengajar PPI Madiun mengikuti pendidikan di Jerman, Swedia, dan Korea Selatan, sementara para taruna menjalani Praktek Kerja Lapangan di perusahaan luar negeri. Fasilitas kampus pun terbilang lengkap, mencakup stasiun simulasi, laboratorium simulator sarana, laboratorium sintelis, simulator CTC, laboratorium outdoor LAA, workshop, asrama, aula berkapasitas 2.500 orang, dan poliklinik.
4. Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD)
PTDI-STTD yang berlokasi di Jalan Raya Setu No. 89, Bekasi, Jawa Barat, membuka Program Studi D3 Manajemen Transportasi Perkeretaapian dengan akreditasi A dari BAN-PT. Program studi ini bertujuan mendidik SDM yang ahli dalam pengoperasian dan perencanaan kereta api, baik untuk sektor pemerintah maupun swasta.Mekanisme perkuliahan terbagi dalam komposisi 40 persen teori di kelas, 50 persen praktik di laboratorium, dan 10 persen kunjungan lapangan. Fasilitas laboratorium yang tersedia meliputi Lab. Sarana KA, Lab. Outdoor dan PJL, Lab. Persinyalan dan Telkom, Lab. Simulator Operasi dan LAA, serta Lab. Prasarana Jalan KA. Lulusan program ini telah banyak terserap di PT KAI, PT MRT Jakarta, PT LRT Jakarta, PT KCI, PT KCIC, serta berbagai perusahaan swasta bidang transportasi.
5. Universitas Pancasila
Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) turut meramaikan daftar kampus perkeretaapian di Indonesia dengan membuka Program Studi Teknik Perkeretaapian jenjang S1. Inisiatif pendirian prodi ini digagas oleh Dekan FTUP Dr. Ir. Budhi M. Suyitno, IPM bersama para wakil dekan, yang kemudian membentuk tim pendirian prodi berdasarkan Surat Tugas Dekan No. 1609/D/FT/VIII/2018.Tim tersebut melalui serangkaian diskusi dan FGD bersama pemangku kepentingan seperti Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan DIKTI RISTEK, Kementerian Perhubungan, serta industri perkeretaapian seperti PT LEN, PT Adhi Karya, dan PT INKA. Visi program studi ini adalah menjadi program studi teknik perkeretaapian yang unggul dalam pengembangan teknologi dan manajemen menuju persaingan global berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.
Lulusan program ini disiapkan mengisi empat profil, yakni:
1. Asisten Perencana Perkeretaapian
Lulusan mampu mengkaji dan merencanakan desain prasarana atau sarana perkeretaapian.2. Asisten Perekayasa Perkeretaapian
Lulusan mampu merekayasa dan menyelesaikan permasalahan pada sarana atau prasarana.3. Asisten Peneliti Perkeretaapian
Lulusan mampu melaksanakan penelitian terkait pengembangan perkeretaapian.4. Asisten Manager Perkeretaapian
Lulusan mampu memimpin organisasi multidisiplin dalam operasional kereta api.Untuk informasi lebih lengkapnya dapat mengakses laman ini: teknik.univpancasila.ac.id.
Itulah lima lembaga pendidikan di Indonesia yang fokus pada bidang perkeretaapian. Adakah Sobat Medcom yang tertarik kuliah di bidang ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News