Sarasehan dalam Jaringan (Sadaring) menghadirkan peneliti dari BRIN. Foto: Tangkapan layar Zoom
Sarasehan dalam Jaringan (Sadaring) menghadirkan peneliti dari BRIN. Foto: Tangkapan layar Zoom

BRIN Berinovasi Tingkatkan Minat Baca, Begini Caranya

Media Indonesia.com • 02 April 2022 21:25
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berinovasi untuk meningkatkan minat baca di Indonesia. Menjawab keresahan publik, BRIN memiliki cara tersendiri agar masyarakat gemar membaca.
 
Hal yang dilakukan BRIN adalah dengan meluncurkan program akuisi pengetahuan lokal. Program ini dilakukan dengan cara proaktif melakukan penjaringan dan kerja sama dengan para penulis atau komunitas lokal. 
 
"(Program) yang dimaksud adalah penerbitan buku elektronik atau e-book dari para penulis Indonesia, terutama tentang kekayaan lokal. Nanti, e-book ini bisa diakses oleh publik secara terbuka," kata Koordinator Pelaksana Fungsi Akuisisi Pengetahuan Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah BRIN, Fadly Suhendra, dalam Sarasehan dalam Jaringan (Sadaring) yang ditayangan di kanal Youtube milik Alinea, Sabtu, 2 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program ini sudah digagas sejak 2020. Sebanyak 3.000 e-book diunggah setiap bulannya sejak program ini diluncurkan. 
 
Fadly mengatakan BRIN menerima naskah-naskah yang diusulkan oleh para penulis Indonesia. Selanjutnya, naskah-naskah itu akan diterbitkan jika memenuhi syarat. Tak hanya buku baru, BRIN juga akan menerbitkan buku lama yang dianggap masih relevan. 
 
Pada setiap penerbitan e-book karya para penulis, BRIN memberikan insentif berkisar Rp6 juta hingga Rp20 juta. Sebelum diterbitkan oleh BRIN, dilakukan seleksi dan verifikasi terhadap naskah, proposal, atau manuskrip yang diusulkan oleh para penulis. 
 
Fadly memberi jaminan bahwa seleksi terhadap naskah-naskah yang diusulkan akan dilakukan dengan seobyektif mungkin. Seleksi juga melibatkan para profesional di bidang masing-masing. 
 
"Bukan tidak mungkin BRIN bekerja sama dengan Alinea dalam menjustifikasi naskah-naskah yang diusulkan,” katanya.
 
Baca: Ruang Publik Harus Diwarnai Karya Sastra dan Kegiatan Budaya
 
Ketua Presidium Alinea, Imelda Akmal, mengatakan siap bekerja sama dengan BRIN untuk mendukung program akuisisi pengetahun lokal tersebut. Program ini, kata Imelda, menjadi peluang besar bagi para penulis Indonesia untuk berbagi pengetahuan. 
 

Kategori naskah

Dalam Sadaring yang diikuti sekitar 50 orang penulis dari berbagai daerah di Indonesia itu, Fadly juga menjelaskan tentang kategori naskah-naskah yang dibutuhkan. BRIN akan menerima naskah-naskah dalam kategori buku ilmiah (monografi atau bunga rampai), ilmiah populer, buku ajar, buku pedoman, dan buku cerita bergambar atau komik pengetahuan. Selain naskah buku, BRIN juga menerima usulan film animasi, film dokumenter, dan film dokumentasi kreatif inovatif. 
 
Semua naskah yang masuk, kata Fadly, akan melalui proses penerimaan, verifikasi, penilaian, penetapan, dan pengumuman. “Tahun ini direncanakan pengumuman dilakukan pada akhir Juli 2022,” katanya. 
 
Hal yang menguntungkan, ujar Fadly, kendati naskah e-book para penulis telah disebarluaskan melalui laman BRIN, buku-buku tersebut tetap bisa dicetak fisik oleh penulis. “Silakan tetap bisa dicetak dan dijual, asalkan BRIN tahu saja keberadaannya. Siapa tahu ada yang membutuhkan versi cetaknya,” kata dia.
 
Upaya-upaya semacam ini, kata Fadly, dilandasi oleh keprihatinan terhadap ketersediaan sumber-sumber literasi yang sukar diakses secara terbuka. Selain itu, terdapat kebutuhan akan referensi ilmiah yang tinggi, tetapi dukungan terhadap sumber-sumber itu terbatas. 
 
"Silakan, ini terbuka untuk penulis siapa pun, dari akademisi, mahasiswa, kreator atau pegiat komunitas, hingga masyarakat umum,” kata Fadly. 
 
Baca: Kepala BRIN Minta Periset Libatkan Kampus dalam Kegiatan Riset
 
Salah seorang anggota Alinea yang menetap di Balige, Sumatera Utara, Ita Siregar, mengatakan program ini telah menantang dirinya dan para penulis lokal di Sumatra Utara untuk menggali potensi masyarakat. Akusisi pengetahuan lokal ini, kata Ita, akan semakin menggairahkan para penulis untuk melakukan riset yang sungguh-sungguh karena pengetahuan itu akan disebarluaskan ke seluruh dunia. 
 
"Program ini tentu akan mempermudah publik untuk mengakses berbagai pengetahuan lokal yang mengandung nilai-nilai kearifan," kata Ita.
 
(UWA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif