Ketua Umum Satupena Denny JA. Dok. Istimewa
Ketua Umum Satupena Denny JA. Dok. Istimewa

Ruang Publik Harus Diwarnai Karya Sastra dan Kegiatan Budaya

Achmad Zulfikar Fazli • 02 April 2022 13:48
Jakarta: Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena harus mencari cara untuk ikut membangun Indonesia sebagai negara literasi. Sehingga, ruang publik menjadi lebih berwarna.
 
"Ruang publik Indonesia jangan hanya didominasi oleh isu politik dan ekonomi, tapi juga harus diwarnai karya sastra dan kegiatan budaya," kata Ketua Umum Satupena Denny JA dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 April 2022.
 
Denny menyampaikan tak ada organisasi penulis yang usianya lebih dari 10 tahun di Indonesia. Padahal, Indonesia sudah 76 tahun merdeka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Denny, banyak organisasi penulis yang usianya lebih dari 100 tahun di luar negeri, seperti Amerika Serikat atau Eropa. Bahkan di India, yang merdeka lebih telat daripada Indonesia, memiliki organisasi penulis yang usianya lebih tua ketimbang usia kemerdekaan negaranya.
 
"Perlu tiga hal sekaligus untuk membangun organisasi penulis yang kokoh, visi organisasi yang sesuai dengan zamannya, leadership yang kuat, dan dana yang memadai," kata dia.
 
Selama ini, kata Denny, tiga hal itu yang tak hadir sekaligus. Denny berkisah tentang Satupena. Ketika dia terpilih menjadi ketua umum pada Agustus 2021, organisasi satupena terpecah dua, dan memiliki kepengurusan kembar.
 
“Mudah sekali organisasi penulis pecah. Yang pertama saya kerjakan setelah menjadi ketua umum, menyatukan kembali organisasi. Secara hukum, harus hanya satu organisasi yang memiliki nama Satupena," ujar dia.
 
Baca: Satupena Diminta Kembangkan Kota Literasi, Begini Gambaran Keseruannya
 
Pada September 2021, Kementerian Hukum dan HAM mengesahkan kepengurusan Satupena Denny JA. Lalu, pada Januari 2022, Satupena kubu lainnya berganti nama. Praktis masalah dualisme kepengurusan Satupena hanya berjalan 4 bulan.
 
Denny pun membentuk kepengurusan penulis di 34 provinsi. Pada Febuari 2022, koordinator Satupena di 34 provinsi dan koordinator 6 pulau, Sumatra, Jawa, Bali-NTB-NTT, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua-Maluku, dilantik.
 
Selain itu, organisasi penulis ini juga  sudah memiliki Satupena TV. Hingga Maret 2022, Satupena TV mempublikasi lebih dari 40 video soal 40 proses kreatif penulis fiksi dan non-fiksi.
 
Satupena juga memilih 100 buku yang membentuk batin Indonesia sejak era kolonial. Sebanyak enam dari 100 buku sudah diterbitkan ulang.
 
Denny mengatakan pihaknya juga sudah menjalankan program lain, seperti koneksi penulis ke dunia industri. Dalam pertemuan tahunan Satupena pada Maret 2022, para penulis di berbagai daerah banyak mengangkat isu penting. Antara lain perlunya karya lokal lebih diperhatikan, peningkatan kesejahteraan penulis, dan dana untuk kegiatan penulis yang dirasakan kurang.
 
Selama kurang dari setahun, Denny sudah menyumbangkan dana lebih dari Rp1 miliar untuk menggerakkan organisasi Satupena. "Di atas semua itu, penulis di wilayahnya masing masing sekecil apa pun harus ikut membangun wilayahnya menjadi desa literasi, kota literasi, provinsi literasi, dan negara literasi," ucap Denny.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif