Penandatanganan MoU untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan. Kerja sama dalam pengembangan kompetensi mahasiswa, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan industri.
Kolaborasi ini bertujuan memperluas wawasan dan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri komunikasi dan media. Perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat telah mendorong industri media untuk terus beradaptasi.
Transformasi ini juga menjadi perhatian UBM dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi relevan dengan dunia kerja. Di sisi lain, Metro TV sedang mengembangkan ekosistem media multiplatform yang mencakup televisi, portal berita digital, media sosial, dan berbagai saluran distribusi konten.
Kesamaan perhatian terhadap perkembangan industri tersebut menjadi dasar bagi kedua institusi untuk berkolaborasi melalui kegiatan berbagi pengetahuan (knowledge sharing) yang mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis industri.
Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Pemasaran dan Fasilitas UBM, Young Dame Rosmery Napitupulu, dilanjutkan dengan sambutan Pemimpin Redaksi Metro TV, Budiyanto. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UBM, Symphony Akelba Christian, bersama Direktur Finance, Human Capital & General Affairs Metro TV, Arif Nugroho.
Kegiatan juga diisi dengan seminar menghadirkan tiga praktisi Metro TV, yaitu news anchor Metro Xin Wen, Fiona Yuan; praktisi Metro TV dan akademisi, Iman Indrati; serta Head of Recruitment and Assessment Metro TV, Ismu Wardhani.
Seminar dengan praktisi Metro TV. DOK Metro TV
Para praktisi berbagi wawasan mengenai transformasi industri media, perubahan pola konsumsi informasi, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja dalam lingkungan media yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital.
Salah satu pembahasan mengenai masa depan karier di industri media. Ismu membahas perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi, termasuk pentingnya pergeseran dari penggunaan teknologi yang hanya berorientasi pada efisiensi menuju pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemampuan manusia dan menciptakan nilai tambah (from automation to augmentation).
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan konsep The New Skill Equation, yang menekankan kesiapan menghadapi masa depan membutuhkan portofolio keterampilan, bukan hanya satu keahlian. Kemampuan beradaptasi, memahami perkembangan teknologi, serta terus mengembangkan kompetensi menjadi semakin penting di tengah perubahan kebutuhan industri.
Transformasi Metro TV menuju media multiplatform menjadi contoh nyata industri media mengembangkan berbagai saluran untuk menjangkau audiens. Perkembangan ini memperlihatkan pentingnya kemampuan memahami karakteristik platform, perilaku audiens, serta perubahan dalam produksi dan distribusi konten.
Selain transformasi digital, seminar juga membahas peran Bahasa Mandarin dalam industri media melalui program Metro Xin Wen. Pembahasan ini memberikan wawasan mengenai relevansi kemampuan bahasa asing dan komunikasi lintas budaya dalam praktik jurnalistik dan penyiaran, sekaligus memperkenalkan peluang karir bagi mahasiswa yang memiliki kombinasi kemampuan bahasa, komunikasi, dan penguasaan teknologi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan memahami perkembangan industri secara langsung dari para praktisi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat melengkapi pembelajaran akademik serta membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis.
Kolaborasi UBM dan Metro TV menjadi bagian dari komitmen kedua institusi memperkuat keterhubungan antara pendidikan dan industri. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung lahirnya lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi transformasi industri komunikasi dan media melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.