Sementara negara-negara seperti Jepang sudah memiliki populasi lansia yang sangat besar, pertumbuhan tercepat justru diproyeksikan terjadi di ekonomi-ekonomi yang lebih muda seperti Arab Saudi, Malaysia, dan Vietnam. Apa penyebabnya? Penurunan angka kesuburan (fertility rates) yang dibarengi dengan peningkatan angka harapan hidup (life expectancy) sedang secara drastis mengubah struktur usia di negara-negara tersebut.
Berdasarkan analisis World Economic Forum terhadap World Population Prospects 2024 yang dirilis PBB dan dikutip dari visualcapitalist.com terdapat lonjakan signifikan terkait proyeksi pertumbuhan populasi berusia 65 tahun ke atas di 21 ekonomi terpilih antara tahun 2025 dan 2040.
Pertumbuhan Tercepat Terjadi di Negara "Muda"
Data menunjukkan, Arab Saudi mencatatkan pertumbuhan tercepat dalam populasi lansianya, disusul oleh Uni Emirat Arab (UEA), Malaysia, dan Vietnam. Setiap negara tersebut diproyeksikan melihat pertumbuhan setidaknya 77% hingga tahun 2040.Melihat usia median (median age) mengungkap cerita di balik data ini. Banyak negara dengan populasi yang relatif muda saat ini sedang memasuki tahap awal penuaan populasi. Hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan yang sangat cepat pada populasi berusia 65 tahun ke atas dari basis (jumlah awal) yang tadinya kecil.
Sebaliknya, negara-negara yang sudah menua (older societies) seperti Jepang sebagian besar telah melewati pergeseran demografis ini.
Berikut adalah daftar 21 negara terpilih, proyeksi pertumbuhan populasi usia 65 tahun ke atas (2025–2040F), dan usia median mereka saat ini (2025):
- Arab Saudi: Peningkatan 115% (Usia Median: 29.6)
- UEA: Peningkatan 80% (Usia Median: 31.6)
- Malaysia: Peningkatan 78% (Usia Median: 31.0)
- Vietnam: Peningkatan 77% (Usia Median: 33.4)
- Kolombia: Peningkatan 77% (Usia Median: 32.5)
- Indonesia: Peningkatan 75% (Usia Median: 30.4)
- Meksiko: Peningkatan 74% (Usia Median: 29.6)
- Tiongkok: Peningkatan 69% (Usia Median: 40.1)
- India: Peningkatan 68% (Usia Median: 28.8)
- Singapura: Peningkatan 59% (Usia Median: 36.2)
- Brasil: Peningkatan 59% (Usia Median: 34.8)
- Nigeria: Peningkatan 58% (Usia Median: 18.1)
- Korea Selatan: Peningkatan 58% (Usia Median: 45.6)
- Thailand: Peningkatan 55% (Usia Median: 40.6)
- Kanada: Peningkatan 32% (Usia Median: 40.6)
- Belanda: Peningkatan 28% (Usia Median: 41.5)
- Amerika Serikat: Peningkatan 28% (Usia Median: 38.5)
- Inggris: Peningkatan 26% (Usia Median: 40.1)
- Prancis: Peningkatan 22% (Usia Median: 42.3)
- Kroasia: Peningkatan 7% (Usia Median: 45.3)
- Jepang: Peningkatan 7% (Usia Median: 49.8)
Tren Pertumbuhan yang Bertolak Belakang
Arab Saudi, yang memiliki usia median sekitar 30 tahun, populasi lansianya diproyeksikan akan lebih dari dua kali lipat selama 15 tahun ke depan. Begitu pula dengan Nigeria, yang memiliki usia median hanya 18 tahun, diperkirakan populasi lansianya akan tumbuh hampir 60 persenTren serupa mulai terlihat di seluruh Afrika. Meskipun masih menjadi benua termuda di dunia, populasi penduduk tuanya diproyeksikan mencapai 235 juta pada tahun 2050, melampaui total populasi lansia di Amerika Utara.
Jepang justru menampilkan gambaran yang sangat berlawanan. Usia median di Jepang kini mendekati 50 tahun, namun populasi lansianya diproyeksikan hanya akan tumbuh sebesar 7 persen. Mengapa sangat rendah? Hal ini sebagian besar karena penduduk lanjut usia memang sudah mendominasi atau menyumbang porsi yang sangat signifikan dari total populasi Jepang saat ini.
Secara global, populasi berusia 65 tahun ke atas diproyeksikan tumbuh rata-rata sebesar 53% hingga tahun 2040. Angka rata-rata global ini bahkan melampaui proyeksi peningkatan di negara maju seperti Amerika Serikat (28%), Inggris (26%), Kanada (32%), dan Tiongkok (40%).
Mengapa Negara Muda Menua Lebih Cepat?
Penting untuk dipahami bahwa pertumbuhan pesat populasi lansia di suatu negara tidak selalu berarti negara tersebut akan langsung menjadi salah satu masyarakat tertua di dunia. Angka-angka ini justru menunjukkan seberapa cepat struktur usia di negara tersebut sedang berubah.Banyak ekonomi yang lebih muda sedang mengalami penurunan angka kesuburan sementara pada saat yang sama, angka harapan hidup mereka terus meningkat. Pada saat yang sama, generasi usia kerja dalam jumlah besar sedang mendekati masa pensiun, sehingga menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia meningkat pesat dari basis jumlah awal yang relatif kecil.
Negara-negara yang masyarakatnya sudah lebih dulu menua telah melewati transisi semacam ini beberapa dekade sebelumnya. Negara seperti Jepang kini memiliki pertumbuhan populasi lansia yang lebih lambat bukan karena proses penuaannya telah berhenti, melainkan karena sebagian besar pergeseran demografis (transisi menjadi negara berpenduduk tua) tersebut sudah terjadi di masa lalu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda