SDN Purwoyoso 01 Kota Semarang misalnya, hanya menerima 3 murid baru saat MPLS. Sedangkan di SD Negeri 1 Gedung Meneng, Bandar Lampung dan SDN Plandaan Tulungaagung Jawa Timur hanya menerima 2 murid baru pada MPLS 2026.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menaruh perhatian pada temuan tersebut. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menerangkan jika pihaknya akan melakukan pendataan kembali terkait data pokok pendidikan dengan Kementerian Dalam Negeri.
"Khusus yang di bawah 60 siswa kami sudah melakukan pendataan, juga sudah kami sampaikan ke Kementerian Dalam Negeri, nanti kita akan rapat bersama dengan Pak Mendagri untuk membicarakan arah kebijakan ke depan untuk sekolah-sekolah yang muridnya sangat sedikit," kata Mu'ti di Jakarta, Selasa 14 Juli 2026.
| Baca juga: Guru Libatkan Siswa Susun MPLS 2026, Siswa Boleh Usulkan Games hingga Olahraga |
Ia menyebut berbagai kemungkinan kebijakan akan dipersiapkan. Salah satunya kemungkinan tersebut adalah perpindahan siswa.
"Ini yang nanti sedang kita rancang untuk pertemuannya dan bagaimana kebijakannya, karena pertama untuk sekolah kan memang di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, sehingga nanti kebijakan kami akan kita buat bersama-sama supaya tidak menimbulkan masalah di masyarakat," ungkapnya.
Terkait MPLS, ia berharap momentum tersebut dapat memperkuat gerakan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Ia berharap MPLS bebas dari segala bentuk perundungan.
Anak-anak baru kata dia hendaknya ditanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Setidaknya ada 3 hal yang menjadi perhatian untuk ditanamkan saat MPLS.
"Yang pertama adalah bahaya penyalahgunaan narkoba, kemudian yang kedua bahaya dan dampak negatif dari budi online, kemudian juga mengenai cyber bullying, misalnya bagaimana dampak negatif dari dunia dan teknologi digital," tutupnya.
| Baca juga: Razia Rambut di MPLS SMA Labschool Malah Disediain Barber, Bye 'Cukur Pitak' |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda