MPLS 2026 di SMA LAbschool Kebayoran. Foto: Ilham Pratama/Medcom
MPLS 2026 di SMA LAbschool Kebayoran. Foto: Ilham Pratama/Medcom

Guru Libatkan Siswa Susun MPLS 2026, Siswa Boleh Usulkan Games hingga Olahraga

Ilham Pratama Putra • 14 Juli 2026 10:12
Ringkasnya gini..
  • Guru memberi ruang bagi OSIS menyampaikan ide dalam penyusunan MPLS.
  • Usulan siswa mencakup permainan, olahraga, dan teknis pelaksanaan kegiatan.
  • Kolaborasi dinilai membuat MPLS lebih menarik sekaligus tetap sesuai konsep MPLS Aman.
Jakarta: Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Labschool Kebayoran tidak sepenuhnya dirancang oleh guru. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) turut dilibatkan dalam menyempurnakan rangkaian kegiatan agar lebih menarik sekaligus sesuai dengan kebutuhan peserta didik baru.
 
Wakil Ketua OSIS SMA Labschool Kebayoran, Tibiadzka Keiko, mengatakan sekolah memang telah menyiapkan kerangka utama pelaksanaan MPLS. Namun, para pengurus organisasi siswa tetap diberi ruang untuk menyampaikan ide dan masukan terhadap pelaksanaan kegiatan.
 
"Sebenarnya kita sudah ada base plan-nya dari guru. Tapi kalau kita mau menambahkan misalnya games atau mengganti konsep olahraga, sebenarnya boleh saja," kata Tibi di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin 13 Juli 2026.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: MPLS Bukan Ajang Perpeloncoan, Saatnya Ubah Tradisi Lama  

Menurutnya, komunikasi antara guru dan pengurus organisasi siswa berlangsung terbuka selama proses persiapan. Sehingga MPLS dapat berjalan dengan baik.

"Guru juga menerima aspirasi dari kita karena mereka memang sinergi sama kita," ujarnya.
 
Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran Andhika Bramantyo menambahkan kolaborasi tersebut membuat pelaksanaan MPLS lebih dekat dengan karakter peserta didik baru. Organisasi siswa yang sebelumnya juga pernah menjadi peserta MPLS dinilai memahami aktivitas yang menarik sekaligus tetap edukatif.
 
Meski demikian, seluruh usulan dari siswa tetap disesuaikan dengan tujuan utama MPLS yang telah ditetapkan sekolah. MPLS dijalankan dengan konsep aman dan nyaman. 
 
"Kami memang diberikan materi yang sudah disusun sekolah. Yang paling ditekankan adalah konsep MPLS Aman, jadi tidak ada perpeloncoan dan semua siswa mendapat perlakuan yang sama," kata Andhika.
 
Ia menjelaskan ruang partisipasi siswa lebih banyak diberikan pada pelaksanaan kegiatan. Seperti permainan kelompok, olahraga bersama, hingga teknis pendampingan peserta didik baru.
 
Model kolaborasi tersebut, menurut Andhika, membuat panitia siswa tidak hanya menjalankan instruksi. Tetapi juga ikut berkontribusi menciptakan suasana MPLS yang menyenangkan.
 
Selain mempererat komunikasi antara guru dan siswa, pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan kegiatan yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik baru. Karena dirancang bersama oleh pihak yang pernah mengalami proses adaptasi serupa.
 
"MPLS tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga wadah kolaborasi antara guru dan siswa dalam membangun budaya sekolah yang aman, ramah, dan partisipatif," tutup dia. 
Baca juga: 
 
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA