Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam pembukaan MPLS Ramah 2026 secara nasional di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. DOK YouTube Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam pembukaan MPLS Ramah 2026 secara nasional di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. DOK YouTube Kemendikdasmen

Mendikdasmen Abdul Mu'ti: MPLS Bukan Ajang Perpeloncoan, Saatnya Ubah Tradisi Lama

Renatha Swasty • 13 Juli 2026 16:51
Ringkasnya gini..
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti ingatkan MPLS 2026 wajib bebas perpeloncoan dan senioritas tanpa keteladanan.
  • Program MPLS Ramah diluncurkan sebagai implementasi gerakan budaya ASRI yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
  • Sekolah didorong jadi rumah kedua yang aman dan nyaman lewat kerja sama serta penanaman karakter positif sejak dini.
Malang: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 mesti bebas dari perpeloncoan. MPLS mesti menjadi langkah awal menatap masa depan gemilang mencapai cita-cita mulia. 
 
"MPLS bukanlah seremonial yang ditandai dengan perpeloncoan atau senioritas, senior melakukan berbagai macam tindakan yang mencerminkan senioritasnya yang kadang-kadang tidak diwujudkan dalam keteladanan. Kita ingin mengubah tradisi perpeloncoan itu dengan menumbuhkan budaya sekolah yang aman dan nyaman, dimulai dari MPLS Ramah," kata Mu'ti dalam pembukaan MPLS Ramah 2026 secara nasional di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin, 13 Juli 2026. 
 
Mu'ti menuturkan inisiatif MPLS Ramah ini menjadi tonggak baru dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari praktik kekerasan. Program tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata dari gerakan budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
  Sekolah diharapkan mampu bertransformasi menjadi rumah kedua bagi setiap peserta didik yang bernaung di dalamnya. Siswa dari berbagai latar belakang diharapkan dapat saling menghormati sekaligus memupuk karakter positif sejak dini melalui lingkungan yang suportif.
 
Dia mengatakan setiap langkah besar harus dimulai dari langkah kecil yang dimulai dengan konsisten dan penuh kesungguhan. 

"Keberhasilan kita mencapai cita-cita tidak sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan yang kita miliki tapi ditentukan oleh bagaimana kita bisa saling bekerja sama antara satu dengan yang lainnya," kata dia. 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA