Wamendikdasmen Atip Latipulhayat. Foto: BKHM
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat. Foto: BKHM

MPLS 2026, Kemendikdasmen Kutuk Keras Teror Bom di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah

Ilham Pratama Putra • 13 Juli 2026 15:52
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen mengutuk keras teror bom di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah.
  • Wamen Atip menegaskan sekolah harus menjadi ruang yang aman untuk belajar.
  • Ancaman bom dikirim melalui WhatsApp, kegiatan MPLS dan sekolah langsung dihentikan.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengutuk keras aksi teror bom yang terjadi di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin, 13 Juli 2026. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat untuk memastikan informasi tersebut.
 
"Saya sudah mengecek ke pihak yang berwenang, ternyata kejadian tersebut benar adanya," kata Atip kepada wartawan di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
 
Atip menyesalkan aksi teror yang menyasar lingkungan pendidikan. Menurut dia, sekolah merupakan ruang yang harus dijaga bersama agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
 
Baca juga: Curhat Siswa Baru SMA Labschool di MPLS: Ajang Cari Teman Baru  

"Sekolah adalah wilayah yang seharusnya dijaga bersama dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjamin keamanan dan ketenteraman dalam proses belajar mengajar," tegasnya.

Atas insiden itu, Kemendikdasmen mengecam pelaku dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. "Kami mengutuk keras pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk menangani masalah ini," ujar Atip.
 
Diketahui, SDN 15 Pagi Srengseng Sawah menerima ancaman bom dari orang tak dikenal melalui pesan WhatsApp yang dikirim kepada salah seorang guru sekitar pukul 07.00 WIB.
 
Saat pesan tersebut diterima, sekolah tengah menggelar upacara bendera sebagai rangkaian hari pertama masuk sekolah dan pelaksanaan MPLS. Demi alasan keamanan, kegiatan belajar langsung dihentikan dan seluruh siswa dipulangkan sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari aparat.
 
Baca juga: MPLS Anti Bullying di SMPN 3 Kota Bekasi, Gandeng KPAI dan Kakak Kelas Jadi Agen Perubahan  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA