Penilaian PISA sendiri tidak hanya melihat kemampuan akademik dasar, tetapi juga kesiapan siswa dalam menyelesaikan masalah kompleks. Karena itu, hasilnya kerap menjadi acuan untuk melihat kualitas sistem pendidikan suatu negara.
Sebelum membahas negara dengan skor terbaik, yuk kenalan dulu dengan apa itu PISA. Simak ulasannya dikutip dari laman oecd.org, straitstimes.com dan puslapdik.kemendikdasmen.go.id:
Apa Itu PISA?
PISA merupakan asesmen internasional yang diselenggarakan OECD setiap tiga tahun sekali. Penilaian ini mengukur kemampuan murid usia 15 tahun dalam tiga bidang utama, yakni membaca, matematika, dan sains.Pada PISA 2025, fokus utama berada pada literasi sains. Sementara itu, matematika dan membaca tetap dinilai sebagai bidang pendukung.
Menariknya, edisi kali ini juga menghadirkan kategori baru, yaitu learning in the digital world (LDW). Penilaian ini mengukur kemampuan komputasional siswa, mulai dari memecah masalah kompleks, merancang algoritma, hingga menggunakan pemodelan dan pemrograman untuk menyelesaikan tantangan nyata.
Secara keseluruhan, PISA 2025 diikuti lebih dari 760 ribu siswa yang mewakili sekitar 33 juta pelajar usia 15 tahun di seluruh dunia. Jumlah ini meningkat dari 81 negara pada 2022 menjadi 91 negara dan ekonomi pada 2025.
Setelah memahami konsep PISA, kini saatnya melihat negara dengan performa terbaik. Berikut penjelasannya.
10 Negara dengan Skor PISA Terbaik 2025
Singapura dan China diketahui menjadi negara dengan performa tertinggi dalam PISA 2025. China unggul di bidang matematika dan sains, sedangkan Singapura menempati posisi teratas untuk membaca.Supaya lebih jelas, berikut rincian 10 negara dengan skor terbaik di masing-masing bidang:
Kemampuan Membaca
- Singapura: 535
- China: 527
- Taiwan: 508
- Jepang: 503
- Makau: 501
- Korea Selatan: 501
- Irlandia: 500
- Estonia: 499
- Selandia Baru: 497
- Inggris: 494
Kemampuan Matematika
- China: 612
- Singapura: 563
- Makau: 549
- Taiwan: 546
- Jepang: 525
- Korea Selatan: 522
- Hong Kong: 522
- Estonia: 508
- Swiss: 499
- Inggris: 488
Kemampuan Sains
- China: 597
- Singapura: 560
- Makau: 541
- Taiwan: 540
- Jepang: 538
- Estonia: 527
- Korea Selatan: 526
- Inggris: 511
- Kanada: 510
- Selandia Baru: 509
Kemampuan Komputasi
- Makau: 572
- Singapura: 563
- China: 560
- Jepang: 557
- Taiwan: 551
- Hong Kong: 545
- Estonia: 541
- Korea Selatan: 538
- Australia: 532
- Selandia Baru: 531
Daftar di atas menunjukkan dominasi negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara dalam performa pendidikan global, khususnya pada kemampuan matematika dan sains. Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Berikut penjelasannya.
Posisi Indonesia di PISA 2025
Performa Indonesia pada PISA 2025 menunjukkan tren yang cukup beragam. Di satu sisi, terdapat peningkatan skor pada beberapa bidang, tetapi di sisi lain masih ada tantangan yang perlu diperbaiki.Skor membaca dan sains Indonesia mengalami kenaikan. Namun, skor matematika justru mengalami penurunan dibandingkan PISA 2022.
Berikut rinciannya:
- Membaca: naik dari 359 (2022) menjadi 365 (2025), peringkat turun dari 71 menjadi 74
- Sains: naik dari 383 (2022) menjadi 389 (2025), peringkat turun dari 67 menjadi 78
- Matematika: turun dari 366 (2022) menjadi 364 (2025), peringkat turun dari 70 menjadi 78
"Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) mulai PISA 2018," ujar Toni dikutip dari laman puslapdik.kemendikdasmen.go.id, Sabtu, 12 September 2026.
Selain itu, peningkatan juga terlihat dari Coverage Index, yaitu proporsi siswa usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal. Angkanya meningkat signifikan dari 0,46 pada PISA 2003 menjadi 0,90 pada PISA 2025.
Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD, Andreas Schleicher, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas.
Dengan demikian, hasil PISA 2025 tidak hanya menunjukkan persaingan antarnegara, tetapi juga menjadi gambaran perkembangan sistem pendidikan, termasuk upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan akses belajar.