Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membangun sistem SatuBeasiswa. Platform ini bakal mengintgrasikan berbagai program beasiswa di Indonesia dalam satu pintu.
Layanan informasi beasiswa satu pintu ini dibuat untuk mencegah satu mahasiswa bisa saja mendapatkan lebih dari satu bantuan pendidikan. Hal ini menjadi fokus pemerintah agar penyaluran beasiswa tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
"Jangan sampai ada satu orang mendapatkan beasiswa dari beberapa sumber, sementara ada yang tidak mendapatkan sama sekali," kata Mendiktisaintek, Brian Yuliarto di Jakarta, Rabu 16 September 2026.
SatuBeasiswa dipercaya menjadi basis data yang lebih terintegrasi. Dengan data yang terkumpul, penyelenggara dapat memiliki informasi yang lebih jelas mengenai program dan penerima beasiswa.
Adapun pemerintah sudah mengalokasikan lebih dari Rp15 triliun untuk berbagai program beasiswa. Namun, sumber pendanaan beasiswa tidak hanya berasal dari pemerintah pusat karena terdapat pemerintah daerah, perusahaan, lembaga filantropi, hingga pemerintah asing yang juga menyediakan bantuan pendidikan.
Karena itu, SatuBeasiswa Indonesia tidak dibuat sebagai lembaga yang menyalurkan seluruh dana beasiswa. Platform tersebut lebih berfungsi sebagai sistem informasi dan basis data yang mempertemukan penyedia beasiswa dengan calon penerima.
"Jadi sistemnya sebenarnya bukan berarti semua beasiswa kita kelola, memberikan uangnya bukan. Jadi lebih kepada sifatnya informasi," ujarnya.
Brian menjelaskan SatuBeasiswa Indonesia merupakan sistem terpadu untuk pengelolaan data dan layanan beasiswa nasional. Pemerintah menyebut platform tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola beasiswa agar lebih terintegrasi, transparan, dan akuntabel.
Dalam portal tersebut, pencari beasiswa dapat melihat berbagai program berdasarkan jenjang pendidikan, lokasi studi, skema pendanaan, dan status pendaftaran. Penyelenggara yang masuk ke dalam ekosistem SatuBeasiswa juga harus melewati proses verifikasi.
Saat ini, portal SatuBeasiswa menampilkan 71 program beasiswa. Program yang tercantum berasal dari sejumlah penyelenggara, termasuk kementerian, pemerintah daerah, yayasan, dan perguruan tinggi.
Integrasi data tersebut diharapkan membuat informasi mengenai siapa yang menyediakan beasiswa, siapa yang menjadi sasaran, hingga bagaimana skema pendanaannya menjadi lebih mudah dipantau. Dengan begitu, peluang bantuan pendidikan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Pemerintah juga membuka ruang bagi lebih banyak penyedia beasiswa untuk masuk ke dalam ekosistem tersebut. Semakin banyak penyelenggara yang terhubung, semakin luas pula informasi peluang pendidikan yang dapat ditemukan calon penerima.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan