Sekjen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti, merujuk skor PISA Indonesia yang masih menunjukkan tren penurunan dalam satu dekade terakhir. Penurunan tersebut menjadi perhatian serius karena Indonesia masih tertinggal dibandingkan rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), bahkan berada di kelompok bawah di kawasan ASEAN.
Kondisi itu diperkuat dengan hasil Asesmen Nasional (AN) yang menunjukkan belum semua peserta didik menguasai kompetensi dasar literasi dan numerasi. Sehingga hasil PISA 2025 turut menjadi perhatian nantinya.
"Kualitas hasil belajar angkanya juga masih belum menggembirakan. Data dari PISA tahun 2022 yang terakhir, tahun 2025 sudah ada tetapi datanya belum keluar, baru akan dirilis akhir tahun 2026 ini. Angkanya menurun sejak tahun 2014," ujar Suharti di Jakarta, Senin 6 Juli 2026.
| Baca juga: 10 Negara Paling Kreatif di Dunia versi OECD PISA, Indonesia Peringkat Berapa? |
Ia mengatakan, capaian Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan negara-negara OECD. Bahkan di tingkat ASEAN, posisi Indonesia juga belum mampu bersaing dengan sejumlah negara tetangga.
"Di ASEAN saja kita masih kategorinya di bawah, apalagi dibandingkan dengan negara-negara OECD. Kita masih jauh di bawah negara-negara OECD dengan nilai rata-rata," ujarnya.
Gambaran serupa juga terlihat dari hasil Asesmen Nasional. Berdasarkan data pemerintah, baru sekitar dua pertiga peserta didik Indonesia yang telah memenuhi kompetensi minimum literasi dan numerasi.
"Angka hasil dari Asesmen Nasional juga menunjukkan baru dua pertiga anak Indonesia yang sudah memenuhi kompetensi literasi dan numerasi. Masih banyak yang belum mencapai batas minimal tersebut," katanya.
Karena itu, peningkatan mutu pembelajaran menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Kemendikdasmen menegaskan perbaikan kualitas pendidikan menjadi prioritas pada masa kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.
"Ini tugas yang amat berat, dan ini menjadi komitmen Pak Menteri selama pemerintahan beliau. Peningkatan kualitas menjadi prioritas utama," tuturnya.
| Baca juga: Budaya Membaca dan Menulis Mesti Dibangun Sebagai Kebutuhan Bukan Sekadar Kewajiban Akademis |
Tren Skor PISA Indonesia
Diketahui, skor PISA Indonesia pada 2018 untuk kemampuan membaca sebesar 371. Sedangkan, di 2022 menurun menjadi 359.Selanjutnya skor matematika di 2018 sebesar 379 turun menjadi 366 di 2022. Dan skor kemampuan sains turun dari 379 pada 2018 menjadi 366 di tahun 2022.
Sementara itu, ranking PISA Indonesia untuk membaca pada 2018 ada di posisi 74 dan menjadi ranking 71 di 2022. Untuk ranking matematika naik dari 73 pada 2018 menjadi ranking 70 di 2022.
Pada ranking literasi sains, Indonesia menempati ranking 71 pada 2018 dan menempati ranking 67 pada tahun 2022. PISA 2018 diiktui 79 negara, sedangkan PISA 2022 diikuti 81 negara yang terdiri dari 37 negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan 44 negara mitra.
Sampel PISA dipilih acak oleh OECD agar mewakili populasi siswa usia 15 tahun di tiap negara. Di Indonesia, sampel berasal dari seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah tertinggal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda