Bulan akan bergerak tepat berada di antara matahari dan bumi sehingga menutupi cahaya matahari secara sempurna di beberapa titik lintasan. Fenomena ini akan melintasi kawasan utara bumi hingga berujung di wilayah Mediterania.
Di kawasan yang berada di jalur gerhana penuh , langit akan menjadi gelap gulita selama beberapa menit. Pemandangan mahkota matahari yang spektakuler dapat disaksikan secara langsung pada puncak fenomena tersebut.
Namun, tidak semua wilayah di bumi berkesempatan untuk menyaksikan fase total dari gerhana matahari ini. Sebagian besar negara lainnya hanya akan melihat fenomena ini dalam bentuk gerhana matahari sebagian.
Lantas, wilayah mana saja yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total dan Sebagian pada 12 Agustus? Yuk, simak penjelasannya berikut ini yang dikutip dari laman Time and Date dan EarthSky:
Wilayah Gerhana Matahari Total
- Greenland
- Islandia
- Portugal
- Rusia
- Spanyol
Wilayah Gerhana Matahari Sebagian
Wilayah Eropa
- Albania
- Andorra
- Austria
- Belanda
- Belarus
- Belgia
- Bosnia dan Herzegovina
- Bulgaria
- Ceko
- Denmark
- Estonia
- Kepulauan Faroe
- Finlandia
- Gibraltar
- Guernsey
- Hungaria
- Inggris Raya (UK
- Irlandia
- Isle of Man
- Italia
- Jersey
- Kosovo
- Kroasia
- Latvia
- Liechtenstein
- Lituania
- Luksemburg
- Makedonia Utara
- Malta
- Moldova
- Monako
- Montenegro
- Norwegia
- Prancis
- Polandia
- Rumania
- San Marino
- Serbia
- Slovakia
- Slovenia
- Svalbard dan Jan Mayen
- Swedia
- Swiss
- Ukraina
- Vatikan (Holy See)
- Yunani
- Jerman
- Kepulauan Åland
Wilayah Afrika
- Aljazair
- Burkina Faso
- Cabo Verde
- Gambia
- Ghana
- Guinea
- Guinea-Bissau
- Pantai Gading (Cote d'Ivoire)
- Liberia
- Libya
- Mali
- Mauritania
- Maroko
- Nigeria
- Sahara Barat
- Senegal
- Sierra Leone
- Tunisia
Amerika Utara, Selatan, & Kepulauan Samudra
- Amerika Serikat
- Bermuda
- Brasil
- Kanada
- Saint Pierre dan Miquelon
Apakah Indonesia Bisa Menyaksikan Fenomena Gerhana Matahari Total?
Sayangnya, Indonesia tidak bisa menyaksikan Gerhana Matahari Total maupun Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026.Hal ini disebabkan oleh jalur bayangan penumbra maupun umbra bulan yang hanya melintasi belahan bumi utara, meliputi kawasan Arktik, Eropa, Atlantik Utara, dan sebagian Amerika Utara. Selain itu, saat puncak fenomena ini terjadi sekitar pukul 17.45 UTC atau 00.45 WIB dini hari pada 13 Agustus, wilayah Indonesia sedang berada di posisi malam hari.
Meskipun tidak dapat diamati secara langsung di Indonesia, masyarakat di Indonesia tetap bisa menikmati keindahan fenomena astronomi ini melalui tayangan live streaming resmi di kanal media sosial atau platform astronomi global.
Tips Aman Mengamati Gerhana Matahari Total
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengamati Gerhana Matahari Total:- Gunakan kacamata gerhana berstandar ISO 12312-2. Kacamata hitam biasa, film rontgen, atau klise foto tidak aman untuk mata
- Pasang filter solar di ujung depan teleskop atau binokular, bukan di bagian eyepiece atau lensa mata
- Saat matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan atau gelap gulita, kacamata boleh dilepas. Namun, pakai kembali begitu cahaya matahari mulai muncul
- Jika tidak ada kacamata khusus, pantulkan bayangan gerhana ke tanah menggunakan kertas berlubang (pinhole), saringan dapur, atau celah dedaunan
- Hindari menatap matahari secara terus-menerus tanpa jeda, meski sudah menggunakan kacamata khusus
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda