Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK

Ingatkan Soal Integritas, Lestari Moerdijat Minta Akademisi Tak 'Kejar Tayang' Publikasi Ilmiah

Renatha Swasty • 31 Juli 2026 16:15
Ringkasnya gini..
  • Lestari Moerdijat mengingatkan akademisi agar tidak terjebak budaya 'kejar tayang' publikasi ilmiah yang berpotensi merusak integritas riset.
  • Banyak publikasi jurnal internasional kini sekadar memenuhi syarat administratif dan kenaikan jabatan, bukan demi pertumbuhan mutu ilmu.
  • Melalui Bimtek BRIN dan DPR RI di Kudus, negara hadir mendampingi ilmuwan agar mampu menghasilkan publikasi berkualitas dan bermartabat.
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan para akademisi jangan terjebak dalam budaya 'kejar tayang' pada penulisan publikasi ilmiah. Hal itu berpotensi merusak integritas riset dan martabat ilmuwan Indonesia.
 
"Publikasi ilmiah saat ini sudah seperti komoditas. Kita tidak bisa menutup mata, memasukkan hasil penelitian ke jurnal internasional merupakan keharusan administratif. Tetapi kita harus pastikan jurnal yang diterbitkan bukan sekadar mengejar tenggat dan asal masuk. Ini yang harus kita benahi bersama," kata Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Publikasi Jurnal Internasional yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat, 31 Juli 2026.
 
Anggota Komisi X DPR RI itu mengaku prihatin terhadap ekosistem publikasi global yang timpang antara negara maju dan berkembang. Ketimpangan itu antara lain berupa terbatasnya akses ke jurnal bereputasi, kemampuan biaya dan komunikasi, hingga kurang didengarnya suara Indonesia dalam wacana global. 

Hal itu ditambah kehadiran kecerdasan buatan generatif yang berpotensi disalahgunakan dalam penulisan dan penelaahan karya ilmiah. "Pertanyaannya, apakah kita sudah siap bersaing secara bermartabat di dalamnya," ujar Legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu.
 
Ingatkan Soal Integritas, Lestari Moerdijat Minta Akademisi Tak Kejar Tayang Publikasi Ilmiah
Bimtek Penulisan Publikasi Jurnal Internasional yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI. DOK 
  Saat ini, kata dia, bertambahnya jumlah publikasi ilmiah tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan mutu ilmu pengetahuan. Sebagian besar publikasi ilmiah hanya untuk memenuhi persyaratan administratif, bukan menjadi media yang menantang keilmuan itu sendiri.
 
Rerie mengingatkan mengabaikan integritas dalam menulis publikasi ilmiah dapat menghapus capaian yang dibangun bertahun-tahun. "Penggunaan etika harus hadir dari awal, bukan setelah masalah terjadi," tegas dia.
 
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengajak 109 ilmuwan dan dosen dari berbagai universitas di Jawa Tengah yang hadir dalam Bimtek itu memulai kebiasaan baru. Dia menuturkan publikasi yang baik lahir dari proses yang dirawat, bukan dikejar mendadak menjelang tenggat kenaikan jabatan.
 
"Bimbingan teknis BRIN adalah bentuk kehadiran negara untuk mendampingi, bukan mengatur. Mari bergandengan tangan, memperluas kapasitas, bukan menyerahkan publikasi ilmiah kita kepada kepentingan instan," ujar Rerie. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan