Ketua Satgas Covid-19 PPI Dunia kawasan Asia-Oseania 2020, Nikkolai Ali Akbar Foto: Tangkap layar Zoom Meeting
Ketua Satgas Covid-19 PPI Dunia kawasan Asia-Oseania 2020, Nikkolai Ali Akbar Foto: Tangkap layar Zoom Meeting

PPI Dunia Bentuk Satgas Covid-19 Asia Oseania

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 31 Maret 2020 21:15
Jakarta: Perhimpunan Pelajar Indonesia seluruh dunia membentuk Satgas Covid-19 untuk wilayah Asia Oseania. Satgas ini akan menyosialisasikan pencegahan virus Korona kepada masyarakat yang berada di kawasan tersebut.
 
"PPI seluruh dunia, khususnya di Asia Oseania membentuk tim satgas covid-19. Gerakan yang utama dilakukan oleh satgas ini adalah melakukan kampanye di rumah saja dan social distancing," kata Ketua Satgas Covid-19 PPI Dunia kawasan Asia-Oseania 2020, Nikkolai Ali Akbar dalam Webinar PPI Tiongkok, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Nikko yang juga merupakan mahasiswa kedokteran Chongqing Medical University ini menyampaikan, bahwa kedua hal tersebut harus disosialisasikan dengan masif. Sehingga bisa mencegah penyebaran virus Korona agar tak meluas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Indonesia sendiri dengan kian meningkatnya jumlah penduduk yang sudah terinfeksi juga fatality rate tingkat kematian tinggi se-Asia Tenggara. Ini menandakan perlunya pemaham social distancingdan karantina mandiri," jelasnya.
 
Baca juga:15 Ribu Mahasiswa 'Relawan Covid-19' Telah Diturunkan ke Daerah
 
Ia pun menegaskan, social distancing atau jaga jarak dan karantina mandiri merupakan hal penting untuk dipahami dan dilaksanakan. Karena dalam kasus virus korona, tidak sedikit orang yang positif namun tidak menunjukkan gejala.
 
Selain itu, juga akan dilakukan sharing sessions tentang penangangan covid-19 di negara di mana pelajar Indonesia menempuh sekolah maupun kuliah. Nantinya pengalaman ataupun cerita tersebut bisa ditiru dan diterapkan.
 
"Berikutnya kami akan menge-share pengalaman negara di kawasan Asia, Tiongkok, Korea Selatan, Malaysia dan sebagainya. Bagaimana mereka menangani covid-19 di negara masing masing bisa dijadikan rujukan pemerintah Indonesia bagaimana baiknya menangani covid-19 dan menghindari terjadinya peningkatan kasus," terangnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif