Sekolah. DOK Medcom
Sekolah. DOK Medcom

Apa Itu Standar Proses dalam Deep Learning? Siswa, Orang Tua, dan Guru Wajib Tahu!

Renatha Swasty • 10 Juli 2026 18:04
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen menerbitkan Permen No. 1 Tahun 2026 untuk memperkuat metode belajar deep learning mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK.
  • Deep learning wajib memenuhi tiga prinsip utama yaitu pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi seluruh siswa.
  • Standar proses baru ini membagi tugas sekolah ke dalam tiga tahapan kerja: perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran yang berkala.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan aturan baru mengenai cara belajar di sekolah lewat Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2026. Kebijakan ini dibuat khusus untuk memperkuat cara belajar deep learning bagi seluruh siswa di Indonesia. 
 
Hal ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan mutu sekolah secara menyeluruh. Melalui kebijakan baru ini, semua sekolah diharapkan bisa memiliki pemahaman yang sama dalam mengubah suasana kelas menjadi lebih menyenangkan.
 
Aturan baru ini tidak lagi dianggap sebagai sekadar berkas administrasi yang kaku dan menyulitkan pihak sekolah. Sebaliknya, aturan tersebut kini lebih fokus untuk membantu anak-anak mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan mereka. 

Kerja sama yang baik antara pihak sekolah, murid, dan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan program ini. Oleh karena itu, siswa, orang tua, dan guru wajib memahami isi dari panduan standar proses yang baru diluncurkan ini. 
 
Lantas, apa sebenarnya Standar Proses dalam deep learning ini? Yuk, simak penjelasan lengkapnya yang dikutip dari unggahan akun Instagram @pskp.kemendikdasmen berikut ini:

Apa Itu Standar Proses?

Standar proses adalah panduan dasar atau aturan minimal mengenai bagaimana cara mengajar dan belajar yang baik di sekolah. Aturan ini dibuat agar guru memiliki acuan yang jelas dalam menciptakan suasana kelas yang efektif dan efisien.
 
Melalui pedoman ini, murid diharapkan tidak lagi sekadar menghafal materi, tetapi benar-benar bisa mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal. Pedoman ini berlaku untuk seluruh tingkat sekolah di Indonesia, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Tiga Landasan Utama Deep Learning

Aturan ini ditujukan untuk mendukung terwujudnya siswa yang hebat sesuai dengan delapan dimensi Profil Lulusan. Untuk mencapai target tersebut, setiap sekolah diminta menyelenggarakan kegiatan belajar yang memenuhi tiga syarat utama, yakni:
  1. Berlandaskan pada prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  2. Diwujudkan melalui pengalaman belajar nyata yang mengajak siswa untuk memahami, mengaplikasi, dan merefleksi pelajaran
  3. Didukung oleh kerangka pembelajaran yang memadukan cara mengajar (pedagogis), kerja sama atau kemitraan, lingkungan sekolah, serta pemanfaatan teknologi.

Tiga Unsur Utama Prinsip Pembelajaran 

Cara guru mengajar di dalam kelas kini harus memperhatikan tiga unsur utama agar suasana belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan, antara lain:

1. Berkesadaran

Membantu murid paham apa tujuan mereka belajar agar tumbuh motivasi, keaktifan, serta kemampuan mengatur diri sendiri.

2. Bermakna

Menghubungkan pelajaran dengan kehidupan nyata, sehingga siswa bisa langsung mempraktikkan ilmu tersebut di dunia sekitar mereka.

3. Menggembirakan

Menciptakan proses belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan membuat siswa selalu termotivasi.
 

Tiga Tahapan Pengalaman Belajar Siswa 

Bukan sekadar duduk mendengarkan materi, siswa kini harus merasakan langsung proses belajar melalui tiga tahapan pengalaman, yaitu:

1. Memahami

Melibatkan siswa secara aktif untuk membangun sikap, pengetahuan, sekaligus keterampilan dari berbagai sumber belajar.

2. Mengaplikasi

Mengajak siswa untuk langsung mempergunakan pengetahuan yang sudah didapat dalam situasi kehidupan nyata sehari-hari.

3. Merefleksi

Menuntun siswa untuk mengevaluasi dan memaknai kembali proses serta hasil belajarnya agar mereka bisa tumbuh menjadi pembelajar mandiri.

Empat Komponen Kerangka Pembelajaran 

Agar lingkungan belajar di sekolah berjalan maksimal, proses pendidikan wajib didukung oleh empat komponen utama:

1. Praktik Pedagogis

Strategi mengajar dan cara penilaian guru yang menitikberatkan pada pengalaman langsung para murid.

2. Kemitraan Pembelajaran

Membangun hubungan kerja sama yang erat, kolaboratif, dan inklusif antara guru, murid, orang tua, hingga lingkungan sekitar.

3. Lingkungan Pembelajaran

Memastikan kondisi fisik sekolah maupun suasana sosialnya menjamin rasa aman, nyaman, dan ramah untuk semua anak.

4. Pemanfaatan Teknologi

Mengoptimalkan bantuan teknologi digital secara bijak demi menciptakan interaksi belajar kelompok yang kolaboratif.

Tahapan Standar Proses di Sekolah

Untuk mewujudkan kualitas belajar yang baik, aturan ini membagi tugas sekolah ke dalam tiga tahapan kerja, di antaranya:

1. Perencanaan Pembelajaran

Guru wajib membuat rencana kelas yang matang, yang paling sedikit memuat tujuan belajar, langkah-langkah konkret pembelajarannya, dan cara menguji kemampuan siswa.

2. Pelaksanaan Pembelajaran

Guru mempraktikkan rencana tersebut secara nyata di kelas dengan mengutamakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan merangkul semua anak.

3. Penilaian Proses Pembelajaran

Sekolah memeriksa secara berkala melalui asesmen terhadap rencana dan praktik mengajar guru, yang hasilnya dipakai sebagai dasar umpan balik serta perbaikan mutu sekolah secara terus-menerus.
 
Sobat Medcom, dengan adanya Standar Proses berbasis deep learning ini, kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua menjadi kunci utama demi melahirkan generasi emas yang kompeten dan siap menghadapi masa depan. (Talitha Islamey)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA