Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kaleidoskop Pendidikan 2021: Diklat Menwa Renggut Nyawa Hingga Kekerasan di SMK Penerbangan

Pendidikan Kekerasan Kekerasan di Sekolah Nadiem Makarim UNS Mahasiswa Resimen Mahasiswa SMK Penerbangan SPN Dirgantara UPN Veteran Jakarta Kaleidoskop 2021 Kaleidoskop Pendidikan 2021
Arga sumantri • 28 Desember 2021 08:05
Jakarta: Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan ramai menjadi sorotan pada 2021. Ironisnya, kekerasan terjadi organisasi yang seharusnya jadi tempat mahasiswa mengembangkan diri, yakni unit kegiatan mahasiswa (UKM).
 
Ada juga kasus kekerasan di jenjang pendidikan menengah. Tepatnya, di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Kota Batam. Kasus ini menyeruak usai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) buka suara dan membeberkan data hasil aduan orang tua peserta didik.

Diklatsat Menwa UNS Renggut Nyawa

Satu yang cukup menyita perhatian publik yakni kabar tewasnya Gilang Endi Saputra. Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) itu meregang nyawa ketika mengikuti Pendidikan dan Latihan SAR (Diklatsar) UKM Resimen Mahasiswa (Menwa), Oktober 2021.
 
Gilang tewas usai mengikuti Diklat Menwa UNS di kawasan Bengawan Solo. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi (SV) UNS itu diduga mengalami kekerasan saat mengikuti Diklat UKM Menwa UNS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rekonstruksi kasus kekerasan Menwa UNS
Rekonstruksi kasus kekerasan dalam kegiatan Menwa UNS. Foto: Medcom.id/Triawati.
 
Lewat serangkaian hasil penyelidikan, Polresta Solo menetapkan dua tersangka dalam kasus kematian Gilang. Kedua tersangka tersebut diketahui merupakan panitia Diklatsar Menwa UNS.
 
"Penetapan kedua tersangka dilakukan berdasarkan tiga alat bukti yang dimiliki. Dua tersangka dikenai pasal 351 tentang penganiayaan yang berujung meninggalnya korban," ujar Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak, di Solo, Jawa Tengah, Jumat, 5 November 2021.
 
Selengkapnya baca di sini

Rektor UNS Minta Maaf dan Menwa Dibekukan

Rektor UNS Jamal Wiwoho meminta maaf atas peristiwa meninggalnya mahasiswa UNS saat mengikuti Diklatsar Menwa. Ia pun memastikan pihaknya kooperatif dalam proses penyidikan kepolisian.
 
"Saya minta maaf pada orang tua korban dan masyarakat secara umum atas meninggalnya Gilang Endi," ujar Jamal.
 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif