Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan Beasiswa Cendekia Palestina dan Dalam Negeri. Melalui skema tersebut, mahasiswa Palestina memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Perguruan tinggi mitra juga mendapatkan ruang memperkuat interaksi akademik dengan mahasiswa internasional. BAZNAS mengalokasikan Rp22 miliar bagi mahasiswa Palestina dengan melibatkan 22 perguruan tinggi mitra dan menyediakan 200 kuota penerima.
“Beasiswa ini nantinya akan digunakan juga untuk meningkatkan jumlah mahasiswa asing di kampus-kampus kita, karena memang amanah dari pemberinya untuk program Palestina. Ini juga program yang sangat baik, sambil kita bantu saudara-saudara kita Palestina, kampus-kampus kita akan mendapatkan mahasiswa asing yang berdayaan, yang tentu sangat baik membangun atmosfer internasional di Indonesia,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 11 September 2026.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari penguatan Beasiswa Cendekia BAZNAS yang telah dikembangkan sejak 2017. Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyebut program tersebut telah menjangkau sekitar 8.000-10.000 penerima dengan target sekitar 1.000 penerima per tahun, serta melibatkan 246 perguruan tinggi mitra, termasuk 112 perguruan tinggi di bawah Kemdiktisaintek.
Pada 2026, Beasiswa Cendekia menargetkan 1.120 mahasiswa, dengan minimal 10 mahasiswa per perguruan tinggi. Beasiswa diberikan selama empat semester, disertai pendampingan hingga semester kedelapan, dengan unit cost sebesar Rp21 juta per mahasiswa.
Program ini mencakup jenjang D3, S1, S2, dan S3, termasuk dukungan untuk penyelesaian disertasi dan kegiatan riset bagi mahasiswa S2 dan S3. Penguatan kerja sama tersebut sejalan dengan perhatian BAZNAS terhadap pendidikan sebagai salah satu bidang prioritas dalam penyaluran zakat.
Sodik menyebut alokasi untuk pendidikan berada di kisaran 27 persen. Sinergi ini juga sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi menghadirkan manfaat nyata melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan pendidikan tinggi melalui kolaborasi pemerintah dengan lembaga filantropi, sekaligus membuka ruang keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam program pemberdayaan masyarakat.
Brian mengapresiasi kerja sama tersebut. Dia menyebut dukungan BAZNAS yang bersumber dari dana para muzaki dapat menjadi tambahan dukungan bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di luar alokasi beasiswa yang disediakan pemerintah.
“Dengan adanya kerja sama ini, BAZNAS yang tentunya memiliki dana-dana yang berasal dari para muzaki, itu salah satunya akan dimanfaatkan untuk beasiswa. Ini tentunya menjadi berita gembira bagi kami di insan perguruan tinggi, sehingga akan memperluas akses pendidikan tinggi,” ujar Brian.
Selain beasiswa, kerja sama Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga mencakup pemberdayaan masyarakat yang melibatkan perguruan tinggi. Program-program BAZNAS dapat dihubungkan dengan kegiatan mahasiswa, termasuk KKN tematik dan pengabdian kepada masyarakat.
“Selain itu dana dari BAZNAS akan dimanfaatkan juga untuk pemberdayaan masyarakat yang akan melibatkan kampus-kampus. Jadi, baik beasiswa maupun pemberdayaan masyarakat nantinya akan berjalan inline dengan pelaksanaan KKN tematik dan juga program pengabdian masyarakat dari BEM-BEM,” kata Brian.
Kolaborasi tersebut memperluas ruang kontribusi perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan dukungan untuk menempuh pendidikan, tetapi juga dapat terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pengabdian dan pemberdayaan.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan