Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Darmawansyah, mengatakan program pemagangan ini merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi tahun 2026. Program tersebut disiapkan pemerintah sebagai salah satu langkah strategis membantu lulusan perguruan tinggi beralih dari bangku pendidikan menuju dunia kerja.
"Proses pertama yang kita lakukan adalah tahap pendaftaran penyelenggara dan penyediaan lowongan magang. Pada tahap ini, Kementerian Ketenagakerjaan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada perusahaan dan unit kerja, kementerian dan Lembaga untuk menjadi penyelenggara pemagangan," kata Darmawansyah dalam Acara Kick Off dan Orientasi Program Magang Nasional Batch 1 Angkatan 2 Tahun 2026 di YouTube Kementerian Ketenagakerjaan RI, Selasa, 11 Agustus 2026.
Proses penyelenggaraan program diawali dengan pendaftaran penyelenggara sekaligus penyediaan lowongan magang. Pada tahap tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada perusahaan maupun unit kerja kementerian dan lembaga untuk ikut menjadi penyelenggara pemagangan.
Kesempatan itu kemudian mendapat respons dari ribuan perusahaan dan instansi pemerintah. Tercatat ada 3.672 penyelenggara yang berpartisipasi dalam Program Magang Nasional Batch I Angkatan 2 Tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.830 penyelenggara berasal dari perusahaan. Sementara itu, 1.842 lainnya merupakan unit kerja kementerian dan lembaga.
Keterlibatan ribuan penyelenggara tersebut kemudian menghasilkan puluhan ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin mendapatkan pengalaman kerja melalui program pemagangan. Lantas, berapa banyak kuota yang disediakan? Berikut rinciannya.
Kuota magang mencapai 54.304
Dari seluruh penyelenggara yang telah berpartisipasi, tersedia 28.455 posisi pemagangan dengan total 54.304 kuota untuk peserta. Apabila dirinci berdasarkan asal penyelenggara, perusahaan menyediakan 31.251 kuota. Sedangkan kementerian dan lembaga membuka 23.053 kuota bagi peserta program.Dengan jumlah tersebut, kesempatan pemagangan tidak hanya berasal dari dunia usaha, tetapi juga tersedia di berbagai unit kerja kementerian dan lembaga pemerintah. Tingginya jumlah posisi dan kuota yang disediakan tersebut tidak terlepas dari besarnya partisipasi berbagai pihak dalam program pemagangan nasional ini.
Darmawansyah menilai keterlibatan perusahaan serta instansi pemerintah menunjukkan adanya komitmen bersama untuk membuka kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi. Dia menuturkan kesempatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para lulusan untuk memperoleh pengalaman profesional sekaligus mengenal kebutuhan dunia kerja secara lebih nyata.
"Partisipasi ini menunjukkan komitmen yang kuat dari dunia usaha dan instansi pemerintah untuk bersama-sama membuka kesempatan kerja dan pengalaman profesional bagi lulusan perguruan tinggi," ujar Darmawansyah.
Sejalan dengan pelaksanaan program tersebut, Darmawansyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut menyiapkan pelaksanaan pemagangan. Apresiasi itu diberikan kepada para pimpinan perusahaan, pimpinan kementerian dan lembaga, operator, hingga mentor yang telah menyediakan posisi program sekaligus sumber daya untuk mendukung peserta pemagangan.
Program Magang Nasional Batch I Angkatan 2 Tahun 2026 menjadi salah satu sarana bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja secara nyata. Pengalaman itu diharapkan dapat membantu para peserta mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja sekaligus mengenal lingkungan profesional secara langsung.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda