Tiga pembicara dihadirkan oleh SEVIMA untuk mengupas tuntas diskusi ini: Firin Handayani dan Sasna Salsabila selaku Tim Teknis SEVIMA, serta Apriliyani selaku Kepala Bagian Riset SEVIMA.
Dalam penjelasannya, Firin mengungkapkan tiga tahap sederhana untuk mengisi data. Dimulai dari mengunduh aplikasi PDDIKTI di Website Kemendikbud, lalu hubungkan sistem akademik dengan internet, kemudian lakukan sinkronisasi secara berkala.
“Agar proses pelaporan bisa berjalan dengan lancar, pastikan Anda sudah mengunduh seluruh aplikasi mulai dari versi 3.2 hingaa versi 4.0 melalui https://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/. Setelah itu lakukan
generate prefill untuk melakukan sinkronisasi data,“ sebut Firin.
Poin kedua yaitu koneksi antara sistem akademik dengan internet, disebut oleh Sasna adalah yang paling sulit. Karena tidak jarang masih banyak dosen yang mengumpulkan datanya secara manual. Misalnya ditulis di kertas atau menggunakan
Excel.
Untuk mempermudah pelaporan, Sasna merekomendasikan menggunakan sistem akademik yang berbasis
online. Jadi nilai sinkronisasi terkompilasi dalam sistem tersebut dan bisa dengan mudah disinkronisasi ke PDDIKTI Feeder.
“Ada banyak sistem akademik
online yang sudah tersedia di kampus-kampus, maupun bisa diunduh di internet. Misalnya
Gofeeder Community yang bersifat gratis dan sudah dipakai kurang lebih 2.000 kampus se-Indonesia,” lanjut Sasna.