Jakarta: Masih banyak sivitas akademika perguruan tinggi yang belum memahami sistem aplikasi PDDIKTI Feeder. Akibatnya, tak jarang ada data mahasiswa atau aktivitas perkuliahan yang tidak tercatat dan berakibat fatal pada ijazah.
Masyarakat saat ini sebenarnya dapat dengan mudah mengetikkan nama seseorang di Google untuk mendapatkan riwayat studi yang bersangkutan di website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (forlap.kemdikbud.go.id). Website pengecekan tersebut bisa berjalan karena adanya sistem aplikasi bernama PDDIKTI Feeder.
"Pada sistem tersebut, kampus harus melakukan pelaporan secara berkala tentang semua aktivitas perkuliahan sehingga dapat diakses masyarakat," kata Kepala Bagian Riset SEVIMA, Apriliyani, dalam “Belajar Bareng Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) Feeder Mulai dari Nol” yang digelar Sevima dan diikuti 500 operator kampus dari seluruh Indonesia, Sabtu, 20 Maret 2021.
Namun sayangnya, masih banyak sivitas kampus belum memahami seputar sistem ini. Sehingga tak jarang ada mahasiswa atau aktivitas perkuliahan yang tak tercatat, dan berimbas pada ijazah tidak bisa terbit, bahkan kegagalan para alumninya ketika melamar kerja dan CPNS.
Baca juga: Daftar 20 PTN Paling Banyak Menerima Peserta SNMPTN 2021
Menurut Apriliyani, PDDIKTI Feeder merupakan hal yang sangat penting bagi perguruan tinggi. Dengan menggunakan PDDIKTI Feeder ini perguruan tinggi bisa melakukan pengolahan data penting, antara lain melakukan validasi nasional ijazah, PIN dan SIVIL, data SISTER dan SIM TENDIK, persyaratan beasiswa dan KIP, proses akreditasi BAN PT/LAMP, penjaminan mutu, penelitian dan jurnal.
"Bahkan hingga proses UJIKOM untuk prodi kesehatan dan kebutuhan verifikasi lain para alumni seperti mengikuti CPNS dan mencari pekerjaan," kata April.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan