Melihat persoalan tersebut, Putera Sampoerna Foundation (PSF) menyiapkan pendampingan khusus bagi atlet yang ingin melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat. Program itu menjadi bagian dari kerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk memperluas akses pendidikan bagi atlet berprestasi.
| Baca juga: Kritisi Kerusakan Lingkungan, Unas dan Menteri LH Bahas Arah Kebijakan Prabowo |
Head of Program Putera Sampoerna Foundation, Juliana, mengatakan pendampingan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet. Salah satunya membantu atlet homeschooling memenuhi persyaratan akademik yang diakui oleh perguruan tinggi di Amerika Serikat.
"Kalau mereka homeschooling, yang akan kami bantu adalah melihat apakah sertifikatnya diterima di Amerika. Kalau tidak, mereka perlu mengikuti program tambahan seperti GED agar sertifikat tersebut bisa digunakan di Amerika tanpa harus mengulang sekolah," kata Juliana di Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.
Juliana menjelaskan atlet yang ijazahnya belum memenuhi persyaratan akan diarahkan mengikuti General Educational Development (GED). Melalui program tersebut, peserta mempelajari sejumlah mata pelajaran, mengikuti ujian, dan memperoleh sertifikat yang diakui untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat.
Menurutnya, skema tersebut memberikan alternatif bagi atlet yang sejak awal memilih homeschooling agar tetap memiliki kesempatan mengakses pendidikan tinggi di luar negeri. Dengan demikian, jalur pendidikan yang ditempuh tidak menjadi penghalang untuk meraih beasiswa internasional.
| Baca juga: UPH Latih Penjahit UMKM Manfaatkan AI, Hasilkan Ratusan Busana Adat Anak Nusantara |
Selain persoalan ijazah, kemampuan bahasa Inggris juga menjadi tantangan yang banyak dihadapi atlet. Untuk itu, Putera Sampoerna Foundation menyiapkan berbagai program pendampingan, mulai dari Academic English Program hingga persiapan menghadapi tes IELTS.
Juliana mengatakan dukungan yang diberikan tidak bersifat seragam. Setiap atlet akan mendapatkan layanan sesuai kebutuhan agar memiliki peluang lebih besar memenuhi persyaratan masuk perguruan tinggi tujuan.
"Kami memberikan English support, ada Academic English Program, ada IELTS preparation dan lain-lain. Jadi bantuan yang diberikan sangat disesuaikan dengan kebutuhan," ujarnya.
Juliana menegaskan bantuan yang diberikan tidak selalu langsung berupa beasiswa. Menurutnya, Putera Sampoerna Foundation terlebih dahulu memetakan kebutuhan setiap atlet, termasuk kesiapan akademik, kemampuan bahasa, hingga potensi yang dimiliki.
Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, atlet berkesempatan memperoleh beasiswa hingga 100 persen sesuai prestasi, minat, dan potensi masing-masing. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang atlet Indonesia melanjutkan studi ke luar negeri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda