Kesepakatan masif ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi dan vokasi di Tanah Air. Dari total 39 kesepakatan tersebut, BPJPH meresmikan 19 Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang secara khusus menggandeng institusi pendidikan dan Lembaga Pelatihan Halal (LPK).
Pendidikan Halal
Tujuannya untuk membangun fondasi kurikulum dan pelatihan yang solid untuk mencetak ahli jaminan produk halal kelas dunia. Deretan kampus terkemuka dan lembaga riset turut ambil bagian sebagai garda terdepan pendidikan halal ini.Di antaranya adalah Halal Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Halal Science Center LPPM IPB, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, hingga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

The 5th Summit of Halal 20. Foto: BPJPH
Selain kampus keagamaan, politeknik dan balai pelatihan industri seperti Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Politeknik AKA Bogor, dan Training Center BBSPJIKKP juga terintegrasi dalam ekosistem ini, memastikan lulusan vokasi siap terserap di industri halal.
Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah langkah esensial dalam membangun kapasitas ekosistem lintas sektor.
“Kerja sama yang dihasilkan pada H20 ini menunjukkan bahwa penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas sektor. Melalui MRA, MoU, dan kerja sama penguatan sumber daya manusia, BPJPH terus membangun jejaring yang dapat mendukung terwujudnya jaminan produk halal yang semakin kuat, kredibel, dan diakui secara global,” ujar Abd Syakur.
Diakui 15 Lembaga Internasional
Penguatan literasi dan kapasitas SDM ini langsung mendapat validasi dari dunia internasional. BPJPH resmi menandatangani 15 Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Halal Certification Bodies (HCBs) mancanegara. Kesepakatan ini membuka peluang besar bagi pertukaran pengetahuan antarnegara terkait tata kelola dan pengujian produk halal.Belasan lembaga dunia yang kini satu visi dengan Indonesia tersebut tersebar di berbagai benua, mulai dari Halal Australia, Halal Certification Services (HCS) Switzerland, Halal Food Council of Europe (HFCE) Italy, hingga Centro Islámico de la República Argentina dan Japan Halal Certification Promotion Organization (JHCPO).
Untuk memperluas jejaring pendidikan dan riset, BPJPH juga mengunci 4 Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra strategis global, seperti Ministry of Food and Drug Safety (MFDS) Korea dan lembaga pelatihan UniGlobal Trainbiz Shanghai.
Langkah ini disempurnakan dengan satu nota kesepahaman bersama PT Agri Tekno Karya, yang akan menjadi jembatan antara teori di lembaga pelatihan dengan praktik di dunia usaha dan industri (DUDI). Keseluruhan kerja sama ini memastikan bahwa standar pendidikan dan jaminan produk halal Indonesia tidak hanya jago kandang, tetapi siap bersaing dan menjadi kiblat baru di tingkat global.