Mu'ti mengungkapkan pihaknya sejauh ini sudah melakukan sejumlah rapat dengan Kementerian PANRB maupun Kementerian Keuangan. Koordinasi lintas kementerian dilakukan guna memadankan data terkait sebaran kekurangan maupun kekosongan formasi guru.
“Terkait jumlah guru, itu sudah kami bahas dengan Kementerian PANRB juga Kementerian Keuangan. Jadi Insya Allah datanya itu sudah kami padankan dan sudah rapat berulang kali,” kata Mu'ti dalam Raker Komisi X DPR RI dikutip Rabu, 23 September 2026. Ia mengatakan pihaknya telah menyusun kebutuhan formasi guru secara detail berdasarkan per mata pelajaran serta per sekolah. Mu'ti menyebut kebutuhan 464 ribu guru itu masih dinamis.
Mengingat, setiap tahun akan ada yang pensiun sehingga pemenuhan jumlah guru akan diselesaikan bertahap. "Di sinilah kemudian data itu kami buat secara dinamis yang mudah-mudahan nanti secara bertahap dapat kami lakukan pemenuhan jumlah guru," kata dia.
Siswa di dalam kelas. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mu'ti menyebut untuk memenuhi kekurangan 464 ribu guru pihaknya akan membuka seleksi CPNS formasi guru secara bertahap. Pada tahun 2027, sekitar 139 ribu orang atau 30 persen dari kebutuhan 464 ribu guru akan diangkat menjadi PNS.
Kemudian pada tahun 2028, sebanyak 30 persen guru akan diangkat menjadi PNS. Sisa 40 persen akan dipenuhi sebagai PNS pada tahun 2029.
“Jadi nanti roadmap nya itu 2027, kami akan mengangkat 30 persen dari kebutuhan 464 itu, kemudian 30 persen lagi di tahun 2028 dan 2029 kami mengangkat 40 persen,” ujar Mu'ti.
Dia menuturkan seleksi CPNS formasi guru akan terbuka diikuti oleh guru honorer, guru PPPK maupun lulusan baru atau fresh graduate. “Jadi kami terbuka tapi semuanya berbasis seleksi, sehingga yang disampaikan pimpinan InsyaAllah akan dapat bisa dipenuhi melalui seleksi terbuka tersebut,” kata Mu’ti.