SPPG menyiapkan MBG. Foto: Medcom.id
SPPG menyiapkan MBG. Foto: Medcom.id

Apakah Bisa Penuhi Gizi Anak dengan Rp10 Ribu? Ini Kata SEAMEO-RECFON

Ilham Pratama Putra • 09 September 2026 16:23
Ringkasnya gini..
  • SEAMEO-RECFON menilai kecukupan anggaran Rp10 ribu per porsi MBG masih menjadi tantangan.
  • Biaya makanan bisa ditekan dengan produksi dalam jumlah besar dan pemanfaatan pangan lokal.
  • Menu bergizi tidak harus makanan Barat, tetapi dapat menggunakan kuliner tradisional Indonesia.
Jakarta: Kecukupan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam menyediakan makanan bergizi untuk anak. Lembaga Southeast Asian Ministers of Education Organitation-Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO-RECFON) pun mencoba mengkaji program menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Direktur SEAMEO RECFON Rini Sekartini mangaku kesulitan apakah anggaran MBG per porsi yang berkisar Rp 10 ribu itu dapat memenuhi standar atau panduan gizi yang mereka tetapkan. Karena pihaknya tidak menyusun menu makanan berdasarkan patokan anggaran tertentu. 

"Ini kayaknya cukup menantang juga ya, karena waktu menu  (panduan menu SEAME-RECFON) dibuat, kan belum ada keluar angka sekian ribu untuk menu MBG," kata Rini dalam pemaparan hasil studi, Rabu, 9 September 2026.
Meski demikian, ia mengatakan biaya penyediaan makanan dapat ditekan jika bahan pangan disiapkan dan diproduksi dalam jumlah besar. "Kalau harga proporsinya bisa jadi mahal kalau kita pikirkan itu dibuat dalam porsi besar untuk satu SPPG, begitu mungkin harganya bisa lebih ditekan," ujarnya.

Rini juga menegaskan panduan menu yang disusun SEAMEO RECFON tidak dimaksudkan sebagai menu wajib yang harus diterapkan persis di setiap daerah. Bukan cuma masalah karagaman ketersediaan pangan, namun pemanfaatan pangan lokal tentu juga membuat biaya makan menjadi lebih efisien.

"Menu ini kan juga tidak menjadi paksaan juga bahwa harus seperti ini. Tetapi bisa dicari penyetaraannya," jelasnya.

Menurut dia, hal terpenting adalah memastikan bahan yang digunakan sesuai kebutuhan gizi dan tersedia di daerah tersebut. SEAMEO-RECFON sebelumnya menyusun panduan menu selama tujuh hari dengan memanfaatkan pangan lokal. 

Menu tersebut disesuaikan dengan pola makan masyarakat di masing-masing wilayah. Rini mencontohkan sejumlah makanan tradisional seperti gulai ikan tuna, ikan salai, hingga rendang yang masuk dalam contoh menu untuk wilayah tertentu.

"Harus menu yang memang sudah sesuai dengan lidah dari masyarakat setempat," katanya.

Pendekatan tersebut juga dinilai dapat menghindarkan penyusunan menu dari anggapan bahwa makanan bergizi harus berupa makanan bergaya Barat.  "Tidak juga kemudian mengarah pada western food yang dianggap kemudian menjadi mungkin buat anak-anak lebih disukai," ujar Rini.

Ia menekankan makanan tradisional Indonesia juga dapat menjadi bagian dari menu bergizi selama komposisinya disusun dengan tepat. "Lebih banyak menunya adalah menu-menu tradisional dari kuliner Indonesia," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan