Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Foto: Metro TV.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Foto: Metro TV.

Temuan BGN Soal Insiden MBG di Karo: Ratusan Ikan Tak Masuk Freezer

Adri Prima • 16 Agustus 2026 23:16
Ringkasnya gini..
  • BGN menduga insiden MBG di Karo terjadi akibat sebagian ikan dibiarkan di suhu ruangan selama lebih dari 12 jam.
  • BGN menilai kelalaian pengolahan makanan sebagai pelanggaran serius dan akan memperketat prosedur keamanan pangan.
  • Salah satu korban yang dirawat di PICU RS Haji Medan dilaporkan mulai membaik setelah tiga hari perawatan.
Medan: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau Mas Dar mengungkapkan dugaan insiden keamanan pangan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) karena adanya kelalaian proses pengolahan bahan baku ikan.
 
Berdasarkan investigasi sementara, sebagian ikan tidak disimpan di dalam freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam hingga lebih.
 
"Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, ada sekitar 300 atau 200 atau 300 ekor yang tidak masuk ke freezer itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam," kata Mas Dar saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8).

Ia menilai, kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dalam pengolahan makanan. Dia menegaskan tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan makanan MBG karena menyangkut keselamatan penerima manfaat. "Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai! Dan saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang," kecam Mas Dar.
 
Dia mengatakan BGN akan memperketat pelaksanaan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Sebanyak sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia diminta memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan.
 
Lebih lanjut, Mas Dar menyebut kondisi salah satu korban yang dirawat di PICU Rumah Sakit Haji Medan mulai berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari. Namun, pasien masih membutuhkan penanganan intensif.
 
Ia berharap kondisi korban segera pulih sehingga dapat dipindahkan dari ruang PICU ke ruang perawatan biasa.
 
"Kondisi (korban) di sini sudah dua hari, ini hari yang ketiga. Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik. Tapi memang masih di ICU. Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari, gitu," pungkasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>