Kabar kematian Nurlaela terungkap setelah keluarga menelepon ponselnya berulang kali. Awalnya, keluarga khawatir karena Nurlaela belum kunjung pulang.
"Kami sudah khawatir karena belum pulang, ditelepon tidak angkat. Pas diangkat orang lain dari pihak berwenang bilang handphone ditemukan, tapi korban belum diketahui ada di mana," beber paman korban Mulyadi dikutip dari laman Antara, Selasa, 28 April 2026.
Keluarga lantas pergi ke lokasi kejadian dan mencari Nurlaela di sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan korban. Akhirnya, keluarga menemukan Nurlaela namun sudah tidak bernyawa.
"Jam 1.00 kami baru ketemu, terus koordinasi dan jemput. Sampai rumah jam 3.00 pagi," ungkap dia.
Nurlaela memang sehari-hari menggunakan moda transportasi KRL untuk berangkat maupun pulang mengajar. Almarhumah dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan pendiam.
Tiga bulan lalu, Nurlaela baru saja menyelesaikan pendidikan Magister di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). "Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar kerja orangnya. Dia baru lulus S2 tiga bulan lalu di UNJ," ujar Mulyadi.
Nurlaela meninggalkan seorang anak yang kini duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Almarhumah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga, tak jauh dari rumah duka di Kampung Ceger, RT 02/RW 02, Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News