Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Youtube Kemendikdasmen
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Youtube Kemendikdasmen

Mendikdasmen: Sekolah Nasional Terintegrasi Beri Layanan Pendidikan Khusus Siswa Berbakat

Ilham Pratama Putra • 10 Agustus 2026 16:33
Ringkasnya gini..
  • SNT difokuskan untuk memfasilitasi anak-anak dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa di Indonesia.
  • Program ini mengacu pada Pasal 5 ayat 4 UU No. 20 Tahun 2003 untuk penuhi hak pendidikan khusus anak berbakat.
  • Sebanyak 1.360 siswa angkatan pertama di 17 lokasi SNT diproyeksikan menjadi pionir generasi unggul masa depan.
Jakarta: Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tidak hanya diproyeksikan sebagai sekolah baru di berbagai daerah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
 
Mu'ti mengatakan penyelenggaraan SNT sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun generasi dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Ia juga mengaitkan program tersebut dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
 
"Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan pelaksanaan dari arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dalam rangka membangun generasi dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul," kata Mu'ti dalam Kegiatan Pembukaan MPLS SNT, Senin, 10 Agustus 2026.

Mu'ti secara khusus menyinggung Pasal 5 ayat 4 UU Nomor 20 Tahun 2003. Beleid tersebut menyatakan warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.
 
Baca juga: 
 
 

 
"Pasal 5 ini menjadi landasan konstitusional yang sangat penting bagi kami dalam rangka memberikan layanan pendidikan khusus untuk anak-anak Indonesia yang memiliki kecerdasan dan bakat yang istimewa," ujar Mu'ti.
 
Dia menjelaskan pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebanyak 1.360 siswa menjadi angkatan pertama SNT. Mereka terdiri atas 680 siswa SMP dan 680 siswa SMA yang tersebar di 17 lokasi SNT.
 
Mu'ti menyebut para siswa tersebut sebagai pionir program SNT. Menurut dia, bukan hanya siswa, tetapi juga guru dan kepala daerah memiliki peran sebagai pelopor dalam penyelenggaraan program tersebut.
 
"Kita semua sedang memulai langkah baru, membuat sejarah baru, dan kalian semua para murid, para guru, dan bapak-bapak kepala daerah adalah pionir, pelopor, dan mitra kami," tutur dia.
 
Saat ini, Pemerintah menetapkan 37 lokasi SNT yang akan dibangun pada 2026. Penetapan dilakukan setelah pemerintah menerima usulan dari 114 kabupaten/kota dan provinsi, kemudian melakukan verifikasi, validasi, dan kunjungan lapangan.
 
Baca juga: Sekolah Nasional Terintegrasi Dapat Anggaran Rp 7,21 Triliun pada 2027  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan