Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Peserta Magang Nasional Dihitung Sebagai Pekerja, Bikin Angka Pengangguran Turun

Citra Larasati • 07 November 2026 11:06
Ringkasnya gini..
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan peserta MagangHub masuk kategori bekerja karena terima gaji 6 bulan.
  • Penyerapan peserta magang terbukti mengerek turun angka pengangguran lulusan baru di tengah gelombang PHK.
  • Sekitar 40 persen peserta MagangHub tercatat langsung diserap kembali menjadi karyawan di tempat magang.
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan alasan peserta Program Magang Nasional atau MagangHub dikategorikan sebagai orang yang bekerja. Hal ini sekaligus mengonfirmasi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan angka pengangguran yang justru menurun di tengah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi belakangan ini.

Peserta MagangHub, turut menyumbang turunnya angka pengangguran dari kalangan fresh graduate perguruan tinggi, karena meskipun mereka belum menjadi karyawan dan mendapat pekerjaan tetap namun tetap dihitung sebagai pekerja atau bukan pengangguran.  Airlangga beralasan, peserta magang nasional ini masuk kategori orang bekerja karena adanya kegiatan bekerja, serta menerima gaji selama enam bulan periode magang.

"Sesuai dengan kriteria, mereka akan bekerja selama 6 bulan. Sesudah 6 bulan sebagian 40 persen mereka kerja di tempat yang sama dan sisanya nanti mereka mencari pekerjaan yang berbeda," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
 

Angka Pengangguran Menurun

Sebelumnya, BPS merilis data ketenagakerjaan terbaru yang mencatat penurunan jumlah pengangguran di Tanah Air sebanyak 77 ribu orang per Agustus 2026. Salah satu katalis penting di balik positifnya serapan tenaga kerja muda tersebut adalah efektivitas program MagangHub yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Program ini terbukti mampu menjadi jembatan konkret antara pencari kerja dengan kebutuhan industri. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengungkapkan total angkatan kerja di Indonesia hingga Agustus 2026 telah menembus 155,37 juta orang.

Dari total potensi tersebut, pasar kerja nasional sukses menyerap 147,98 juta orang, atau melesat naik 1,44 juta orang dibandingkan posisi Agustus 2025. Dari jutaan tenaga kerja baru yang terserap, inisiatif magang pemerintah memegang peran strategis.
 
Ilustrasi karier Freepik
Ilustrasi karier. Foto: Freepik


Program MagangHub tercatat sukses menyumbang penyerapan sekitar 46 ribu tenaga kerja. Menilik distribusi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi motor penggerak terbesar penyerapan tenaga kerja per Agustus 2026 dengan porsi mencapai 28,2 persen.

Posisi berikutnya disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 17,86 persen, serta sektor industri pengolahan sebesar 13,75 persen. Sementara dari sisi status pekerjaan, dinamika ketenagakerjaan nasional masih didominasi oleh pekerja informal sebesar 57,93 persen, sedangkan persentase pekerja formal berada di angka 42,07 persen.

Kendati demikian, tren formalisasi pasar kerja kian menunjukkan sinyal penguatan. Edy mencatat secara absolut pekerja di sektor formal bertambah signifikan sebanyak 410 ribu orang, dari 61,84 juta orang pada Agustus 2025 menjadi 62,25 juta orang per Agustus 2026.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan