Tren itu semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pekerja kini menempatkan kualitas hidup sebagai prioritas utama ketika mencari pekerjaan baru, bahkan mengalahkan besaran gaji yang ditawarkan perusahaan.
Salah satu temuan yang menunjukkan perubahan tersebut berasal dari Randstad Workmonitor 2026. Survei yang melibatkan lebih dari 27 ribu pekerja dan 1.225 perusahaan di berbagai negara itu mencatat untuk pertama kalinya dalam 23 edisi penyelenggaraan survei, work-life balance menjadi faktor paling penting ketika seseorang mempertimbangkan tawaran pekerjaan.
Temuan itu diperkuat oleh riset Monster melalui Microshifting Report yang dikutip Forbes. Penelitian terhadap 876 pekerja di Amerika Serikat pada musim semi 2026 menunjukkan sebanyak 53 persen responden kini membagi jam kerjanya menjadi lebih fleksibel agar tetap memiliki waktu untuk keluarga maupun aktivitas pribadi lainnya.
Menariknya, bekerja dari rumah ternyata belum tentu membuat seseorang memiliki keseimbangan hidup yang lebih baik. Berdasarkan laporan Glassdoor Work-Life Trends 2026 Mid-Year, pekerja dengan sistem hybrid justru memberikan penilaian work-life balance yang lebih tinggi ketimbang mereka yang bekerja sepenuhnya secara remote.
Temuan lain datang dari riset Eagle Hill Consulting bersama Ipsos terhadap lebih dari 1.400 pekerja di Amerika Serikat. Hasilnya menunjukkan lebih dari separuh responden mengalami burnout, dengan Generasi Z menjadi kelompok yang paling rentan.
Sedangkan, penelitian berskala besar dari Boston College yang dipublikasikan di jurnal Nature Human Behaviour menemukan bahwa sistem kerja empat hari dalam sepekan tanpa pemotongan gaji mampu menekan burnout sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja. Lantas, pekerjaan mana saja yang memiliki gaji tertinggi? Simak selengkapnya dikutip dari laman forbes.com:
25 profesi bergaji besar dengan work-life balance terbaik
Daftar berikut disusun berdasarkan estimasi pendapatan tahunan dari Bureau of Labor Statistics Occupational Outlook Handbook. Selain menawarkan penghasilan tinggi, profesi-profesi ini juga dikenal memiliki keseimbangan kehidupan kerja yang baik.1. Dental Hygienist
Gaji tahunan: Rp1,68 miliar2. School Nurse
Gaji tahunan: Rp1,67 miliar3. Physical Therapist
Gaji tahunan: Rp1,80 miliar4. Speech-Language Pathologist
Gaji tahunan: Rp1,70 miliar5. Optometrist
Gaji tahunan: Rp2,41 miliar6. Electrician
Gaji tahunan: Rp1,11 miliar7. HVAC Technician
Gaji tahunan: Rp1,07 miliar8. Elevator Installer and Repairer
Gaji tahunan: Rp1,91 miliar9. Wind Turbine Technician
Gaji tahunan: Rp1,12 miliar10. Data Scientist
Gaji tahunan: Rp2,02 miliar11. Software Developer and Vibe Coder
Gaji tahunan: Rp2,36 miliar12. Web Developer and UX Designer
Gaji tahunan: Rp1,71 miliar13. Technical Writer
Gaji tahunan: Rp1,65 miliar14. Statistician
Gaji tahunan: Rp1,87 miliar15. Graphic Designer
Gaji tahunan: Rp1,10 miliar16. Copywriter
Gaji tahunan: Rp1,30 miliar17. Hairstylist
Gaji tahunan: mulai Rp637,5 juta18. Freelance Writer
Gaji tahunan: Rp1,30 miliar19. Accountant
Gaji tahunan: Rp1,47 miliar20. Actuary
Gaji tahunan: Rp2,25 miliar21. HR Specialist
Gaji tahunan: Rp1,31 miliar22. Financial Planner
Gaji tahunan: Rp1,83 miliar23. Librarian
Gaji tahunan: Rp1,15 miliar24. Urban Planner
Gaji tahunan: Rp1,50 miliar25. Community College Instructor
Gaji tahunan: Rp1,51 miliarLantas, mengapa profesi-profesi ini menawarkan keseimbangan hidup yang baik? Ini faktanya.
Profesi di bidang kesehatan seperti Dental Hygienist, School Nurse, Physical Therapist, Speech-Language Pathologist, hingga Optometrist dikenal memiliki jam kerja yang relatif teratur dengan intensitas lembur yang rendah. Perkembangan layanan telehealth juga membuat fleksibilitas kerja di sektor ini semakin meningkat.
Di sektor konstruksi, profesi seperti Electrician, HVAC Technician, dan Elevator Installer and Repairer menjadi pilihan menarik karena mampu memberikan penghasilan tinggi tanpa harus menempuh pendidikan tinggi dalam waktu lama. Setelah pekerjaan di lokasi proyek selesai, jam kerja umumnya ikut berakhir.
Sementara itu, profesi berbasis teknologi seperti Data Scientist, Software Developer and Vibe Coder, serta Web Developer and UX Designer memperoleh keuntungan dari sistem kerja hybrid maupun remote. Meski demikian, pekerjaan tersebut tetap menuntut penguasaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pada bidang kreatif, Graphic Designer, Copywriter, dan Freelance Writer lebih banyak bekerja berdasarkan target penyelesaian proyek dibanding jam kerja tetap di kantor. Fleksibilitas inilah yang membuat profesi tersebut dinilai memiliki work-life balance yang cukup baik.
Di sektor bisnis dan keuangan, profesi seperti Accountant, Actuary, HR Specialist, serta Financial Planner juga tergolong stabil. Walaupun terdapat periode sibuk, misalnya musim pelaporan pajak bagi akuntan, ritme pekerjaan secara umum tetap dapat diprediksi.
Sementara itu, profesi di bidang pendidikan dan pelayanan publik seperti Librarian, Urban Planner, dan Community College Instructor memperoleh keuntungan dari kalender kerja yang mengikuti tahun ajaran maupun jadwal pemerintahan sehingga waktu istirahat relatif lebih teratur.
Itulah daftar 25 profesi bergaji besar dengan work-life balance terbaik. Jadi, kamu mau pilih pekerjaan yang mana nih, Sobat Medcom?
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda