Langkahnya menuntut ilmu ke luar negeri menunjukkan komitmen tinggi dalam mengembangkan kapasitas diri. Meski memikul tanggung jawab memimpin tradisi Mangkunegaran, Gusti Bhre tetap memprioritaskan pendidikan tinggi.
Di tengah kesibukan mengelola Pura Mangkunegaran, Gusti Bhre membuktikan pentingnya belajar tanpa henti. Hal tersebut menjadi bagian dari visinya untuk membawa Mangkunegaran ke arah yang lebih modern.
Melalui pendidikan internasional, ia bertekad membawa pulang inovasi baru untuk kemajuan budaya Jawa. Ilmu yang didapat diharapkan bisa menjaga warisan leluhur agar tetap relevan di masa depan.
Latar Belakang Pendidikan dan Kepemimpinan
Pemilik nama Gusti Pangeran Harya (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo yang lahir pada 29 Maret 1997 ini resmi naik takhta sebagai Mangkunegara X pada 12 Maret 2022. Sebelum memimpin Pura Mangkunegaran, ia telah menuntaskan pendidikan Sarjana (S1) di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.Mengutip laman law.ui.ac.id, semasa menempuh studi sarjana, Gusti Bhre dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi dan aktif dalam kompetisi hukum. Ia bersama timnya berhasil meraih gelar Champion pada ajang pre-moot Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot ke-10 di Praha pada tahun 2018.
Menempuh Studi S2 Lintas Jurusan di Inggris
Komitmen Gusti Bhre terhadap dunia pendidikan terus berlanjut. Mengutip unggahan akun Instagram @kobieducation, Gusti Bhre akan tinggal di Inggris selama sembilan bulan mulai pertengahan September untuk melanjutkan studi S2.Ia memilih kampus ternama dunia, The London School of Economics and Political Science (LSE), yang berada di peringkat ke-9 di Inggris dan ke-62 di dunia. Gusti Bhre memilih mengambil jurusan yang berbeda dari S1-nya, yaitu Master of Public Policy (MPP) atau Kebijakan Publik, untuk memperkuat kemampuannya dalam mengelola kelembagaan.
Membawa Pulang Ilmu untuk Masyarakat
Gusti Bhre menjelaskan bahwa pilihannya mengambil program Kebijakan Publik didasari oleh keinginan agar seluruh kegiatan dan program di Pura Mangkunegaran memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.Meskipun berkuliah di London, Gusti Bhre memastikan roda pemerintahan Pura Mangkunegaran akan terus berjalan. Ia berencana untuk sesekali pulang ke Solo di sela-sela jadwal studinya.
Kepindahannya sementara ke Inggris diharapkan dapat memperluas ruang berpikir, berdiskusi, serta menambah wawasannya. Ilmu dan pengalaman yang didapat kelak akan diterapkan agar membawa dampak positif bagi masyarakat luas
Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia
Mengutip laman Metrotvnews.com, perjalanan Gusti Bhre membuktikan bahwa gelar dan kedudukan tinggi tidak menutup pintu untuk terus belajar. Berbekal ilmu baru dan visi ‘Culture-Future’, ia optimistis dapat menjaga kelestarian budaya Mangkunegaran sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.Kiprahnya menjadi dorongan semangat bagi anak muda Indonesia untuk berani mengejar pendidikan setinggi mungkin. Ilmu yang diperoleh dari mancanegara kelak dapat dimanfaatkan untuk membangun dan memajukan bangsa sendiri. (Talitha Islamey)