WISATA

Kanjeng Gusti Bhre Nilai Rasa 'Adem' Berawal dari Keselarasan Diri dan Alam

A. Firdaus
Kamis 07 Mei 2026 / 13:54
Ringkasnya gini..
  • Kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana aktivitas wisata susur sungai atau river tubing.
  • Sungai Pusur berkembang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
  • Aktivitas river tubing di Sungai Pusur juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Klaten: Wisata berbasis alam kini bukan hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga tentang bagaimana lingkungan tetap terjaga dan masyarakat ikut bertumbuh bersama. Hal itu terlihat dari geliat ekonomi kreatif di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Pusur, Klaten, Jawa Tengah, yang dikunjungi langsung oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro X atau Kanjeng Gusti Bhre, pada 4 Mei 2026.

Kunjungan tersebut memperlihatkan bagaimana aktivitas wisata susur sungai atau river tubing di aliran Sungai Pusur berkembang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus mendorong upaya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

Menurut Kanjeng Gusti, kawasan ini menjadi contoh kolaborasi positif antara korporasi, komunitas lokal, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.
“Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting. Di sini kita bisa melihat bagaimana konservasi air dan lingkungan berjalan berdampingan dengan aktivitas masyarakat,” ujar Kanjeng Gusti Bhre.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran diri dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, rasa 'adem' tidak hanya datang dari suasana alam, tetapi juga dari cara manusia membangun hubungan yang selaras dengan lingkungan sekitar.



“Adem itu dimulai dari dalam, melalui refleksi untuk melihat kekurangan dan kelebihan diri kita. Dari sanalah muncul keselarasan antara hati dan pikiran,” kata Gusti Brhe.

Kegiatan ini berlangsung di salah satu titik aktivitas komunitas dan rekan-rekan media di aliran Sungai Pusur dan menjadi bagian dari media visit yang difasilitasi oleh AQUA. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak melihat langsung bagaimana praktik konservasi air, pengelolaan sampah, hingga keterlibatan warga menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan kawasan wisata.

Selain menghadirkan pengalaman wisata alam yang menyegarkan, aktivitas river tubing di Sungai Pusur juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Mulai dari pelaku UMKM, pemandu wisata, hingga komunitas pengelola lingkungan ikut merasakan dampaknya.

Senior Manager Public Affairs & Sustainability AQUA, Jeffri Ricardo, menjelaskan bahwa menjaga ekosistem sungai merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air secara keseluruhan.

“Ekosistem sungai yang terjaga berperan penting dalam mendukung kesehatan lingkungan, termasuk sumber air tanah dalam yang menjadi sumber air AQUA,” jelasnya.

Melalui kolaborasi dengan komunitas lokal, kawasan Sungai Pusur kini berkembang bukan hanya sebagai destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga ruang belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH