WISATA
Wisata Edukasi Buka Peluang Lapangan Kerja dan Kembangkan Produk Lokal
Elang Riki Yanuar
Jumat 17 April 2026 / 13:00
- Garudafood dan Pemkab Sumedang menandatangani MoU kemitraan petani kacang tanah, dengan target lahan 150 hektar berkembang hingga 1.000 hektar.
- Kerja sama ini juga mengembangkan eduwisata Chocolatos X-Quest sebagai destinasi baru untuk edukasi industri pangan dan promosi produk lokal.
- Pemkab Sumedang menilai kolaborasi ini membuka peluang UMKM, lapangan kerja, serta menghubungkan pertanian, industri, dan pariwisata dalam satu ekosistem.
Jakarta: Garudafood resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Program Kemitraan Petani Kacang Tanah. Penandatanganan berlangsung di Gedung Negara Kabupaten Sumedang.
Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga membuka ruang pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.
Salah satu poin penting dari kerja sama ini adalah rencana pengembangan pariwisata berbasis eduwisata melalui wahana Chocolatos X-Quest. Wahana tersebut diproyeksikan menjadi destinasi baru yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk lokal Sumedang.
Melalui konsep eduwisata, Chocolatos X-Quest diharapkan tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan proses produksi, industri makanan, hingga potensi pertanian daerah kepada masyarakat luas. Pemerintah daerah menilai konsep wisata edukasi seperti ini mampu meningkatkan nilai tambah sektor pariwisata.
Kolaborasi ini juga mencakup rencana pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengadaan gerai UMKM di area Chocolatos X-Quest. Kehadiran gerai ini diproyeksikan menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk menjual produk unggulan, sehingga wisata yang berkembang dapat langsung berdampak pada pendapatan masyarakat.
Selain pariwisata, kerja sama ini turut mencakup pengembangan sektor lain seperti kemitraan budidaya sapi perah, program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan, serta peningkatan keamanan pangan. Garudafood menyebut langkah ini sebagai strategi membangun ekosistem yang saling menguatkan antara industri, pemerintah, dan masyarakat.
Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan komitmen untuk membangun hubungan berkelanjutan di Sumedang.
"Bagi kami ini adalah awal dari hubungan jangka panjang yang kami harap bisa terus berkembang bersama Kabupaten Sumedang, dimulai dari pertanian kacang tanah namun dengan semangat untuk tumbuh kembang bersama di banyak hal ke depannya," ujarnya.
Dalam sektor pertanian, program kemitraan kacang tanah menjadi fondasi utama. Sumedang dinilai memiliki potensi lahan yang cocok untuk menghasilkan kacang tanah berkualitas tinggi. Tahap awal program akan dimulai dari 150 hektar lahan, dengan target pengembangan hingga 1.000 hektar dalam beberapa tahun mendatang.
Garudafood akan berperan sebagai offtaker atau penjamin pembelian hasil panen petani. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan pendampingan teknis budidaya serta penerapan standar mutu di lapangan, khususnya untuk mendukung kebutuhan produksi Kacang Garuda dan Kacang Rosta.
MoU ini kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Farming and Manufacturing Project Director Garudafood Rudy Brigianto bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang. Kerja sama juga diperkuat dengan keterlibatan langsung petani melalui penandatanganan PKS oleh Farming Manager Garudafood Rini Wiasih bersama dua mitra petani binaan Pemkab Sumedang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi yang dapat mendorong perekonomian lokal.
"Sumedang punya potensi pertanian yang luar biasa, dan kehadiran Garudafood menjadi bukti bahwa potensi ini diakui dan dipercaya oleh industri. Kami berharap kemitraan ini bisa terus berkembang, dan kami mengundang warga Sumedang yang punya lahan pertanian untuk ikut bergabung bersama kami," ujar Dony.
Pemkab Sumedang berharap program ini dapat menjadi model kemitraan yang mempertemukan pertanian, industri, dan pariwisata dalam satu rantai nilai. Dengan adanya eduwisata Chocolatos X-Quest, masyarakat dapat melihat bahwa sektor pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata dan edukasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dan Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga membuka ruang pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah.
Salah satu poin penting dari kerja sama ini adalah rencana pengembangan pariwisata berbasis eduwisata melalui wahana Chocolatos X-Quest. Wahana tersebut diproyeksikan menjadi destinasi baru yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk lokal Sumedang.
Melalui konsep eduwisata, Chocolatos X-Quest diharapkan tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang memperkenalkan proses produksi, industri makanan, hingga potensi pertanian daerah kepada masyarakat luas. Pemerintah daerah menilai konsep wisata edukasi seperti ini mampu meningkatkan nilai tambah sektor pariwisata.
Kolaborasi ini juga mencakup rencana pemberdayaan ekonomi lokal melalui pengadaan gerai UMKM di area Chocolatos X-Quest. Kehadiran gerai ini diproyeksikan menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk menjual produk unggulan, sehingga wisata yang berkembang dapat langsung berdampak pada pendapatan masyarakat.
Selain pariwisata, kerja sama ini turut mencakup pengembangan sektor lain seperti kemitraan budidaya sapi perah, program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang lingkungan, serta peningkatan keamanan pangan. Garudafood menyebut langkah ini sebagai strategi membangun ekosistem yang saling menguatkan antara industri, pemerintah, dan masyarakat.
Direktur Garudafood Fransiskus Johny Soegiarto menegaskan bahwa kemitraan ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan komitmen untuk membangun hubungan berkelanjutan di Sumedang.
"Bagi kami ini adalah awal dari hubungan jangka panjang yang kami harap bisa terus berkembang bersama Kabupaten Sumedang, dimulai dari pertanian kacang tanah namun dengan semangat untuk tumbuh kembang bersama di banyak hal ke depannya," ujarnya.
Dalam sektor pertanian, program kemitraan kacang tanah menjadi fondasi utama. Sumedang dinilai memiliki potensi lahan yang cocok untuk menghasilkan kacang tanah berkualitas tinggi. Tahap awal program akan dimulai dari 150 hektar lahan, dengan target pengembangan hingga 1.000 hektar dalam beberapa tahun mendatang.
Garudafood akan berperan sebagai offtaker atau penjamin pembelian hasil panen petani. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan pendampingan teknis budidaya serta penerapan standar mutu di lapangan, khususnya untuk mendukung kebutuhan produksi Kacang Garuda dan Kacang Rosta.
MoU ini kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan PKS yang dilakukan oleh Farming and Manufacturing Project Director Garudafood Rudy Brigianto bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang. Kerja sama juga diperkuat dengan keterlibatan langsung petani melalui penandatanganan PKS oleh Farming Manager Garudafood Rini Wiasih bersama dua mitra petani binaan Pemkab Sumedang.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menilai kolaborasi ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi yang dapat mendorong perekonomian lokal.
"Sumedang punya potensi pertanian yang luar biasa, dan kehadiran Garudafood menjadi bukti bahwa potensi ini diakui dan dipercaya oleh industri. Kami berharap kemitraan ini bisa terus berkembang, dan kami mengundang warga Sumedang yang punya lahan pertanian untuk ikut bergabung bersama kami," ujar Dony.
Pemkab Sumedang berharap program ini dapat menjadi model kemitraan yang mempertemukan pertanian, industri, dan pariwisata dalam satu rantai nilai. Dengan adanya eduwisata Chocolatos X-Quest, masyarakat dapat melihat bahwa sektor pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata dan edukasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)