WISATA
Biar Nggak Berujung Drama, Perhatikan Tips Aman saat Main ke Tebing Laut
A. Firdaus
Selasa 09 Juni 2026 / 19:15
- Di balik keindahannya, kawasan tebing laut juga menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele.
- Penting untuk lebih waspada saat berkunjung ke area tebing laut.
- Area tebing yang terlihat kokoh belum tentu aman untuk dipijak.
Jakarta: Wisata tebing laut memang selalu punya daya tarik tersendiri. Pemandangan laut lepas, suara ombak, hingga spot foto estetik sering membuat banyak orang rela datang dari jauh, demi menikmati suasana alam yang indah.
Namun di balik keindahannya, kawasan tebing laut juga menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele, terutama jika lengah terhadap kondisi sekitar.
Berkaca pada peristiwa tragis pada 7 Juni 2026, di mana seorang remaja perempuan berusia 17 tahun tewas setelah jatuh dan terseret ombak. Korban terpeleset saat berswafoto di tebing kawasan wisata Pantai Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Oleh karena itu, penting untuk lebih waspada saat berkunjung ke area tebing laut. Selain menjaga diri sendiri, memahami aturan keselamatan juga bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan, saat menikmati wisata alam.
Selalu patuhi pagar pembatas, tali pengaman, maupun tanda larangan yang sudah dipasang pengelola wisata. Area tebing yang terlihat kokoh belum tentu aman untuk dipijak, apalagi jika permukaannya licin, berlumut, atau mudah longsor. Hindari berdiri terlalu dekat dengan bibir tebing demi alasan apa pun, termasuk untuk mengambil foto.
Spot foto ekstrem memang terlihat menarik di media sosial, tetapi keselamatan tetap harus jadi prioritas utama. Hindari berpose di titik berbahaya seperti ujung tebing, anjungan sempit, atau area dekat ombak besar hanya demi hasil foto yang estetik.
Saat mengambil gambar, tetap perhatikan kondisi sekitar dan jangan terlalu fokus pada layar ponsel, hingga lupa memperhatikan pijakan atau perubahan ombak.
Sebelum berangkat, biasakan mengecek prakiraan cuaca dan kondisi ombak di lokasi wisata. Tebing laut sangat berisiko saat cuaca buruk, angin kencang, atau ombak sedang tinggi.
Gelombang besar juga bisa datang tiba-tiba dan menghantam area tebing dengan kuat, sehingga penting untuk tetap menjaga jarak aman dari bibir pantai maupun batuan karang.
Jika belum familiar dengan lokasi wisata, tidak ada salahnya meminta bantuan warga lokal atau pengelola setempat, untuk mengetahui area mana yang aman dikunjungi.
Perhatikan juga papan peringatan dan selalu dengarkan imbauan petugas, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pilih alas kaki dengan grip anti-slip, agar tidak mudah terpeleset di area berbatu atau licin. Hindari memakai sandal licin atau sepatu yang kurang nyaman untuk medan tebing.
Selain itu, gunakan pakaian yang memudahkan bergerak, agar tetap aman saat berjalan di area wisata alam yang cukup ekstrem.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Namun di balik keindahannya, kawasan tebing laut juga menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele, terutama jika lengah terhadap kondisi sekitar.
Berkaca pada peristiwa tragis pada 7 Juni 2026, di mana seorang remaja perempuan berusia 17 tahun tewas setelah jatuh dan terseret ombak. Korban terpeleset saat berswafoto di tebing kawasan wisata Pantai Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Baca Juga :
Jangan Buru-buru Pengen Healing! Ini 5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menginap di Alam Terbuka
Oleh karena itu, penting untuk lebih waspada saat berkunjung ke area tebing laut. Selain menjaga diri sendiri, memahami aturan keselamatan juga bisa membantu mengurangi risiko kecelakaan, saat menikmati wisata alam.
1. Tetap berada di area aman
Selalu patuhi pagar pembatas, tali pengaman, maupun tanda larangan yang sudah dipasang pengelola wisata. Area tebing yang terlihat kokoh belum tentu aman untuk dipijak, apalagi jika permukaannya licin, berlumut, atau mudah longsor. Hindari berdiri terlalu dekat dengan bibir tebing demi alasan apa pun, termasuk untuk mengambil foto.
2. Jangan korbankan keselamatan demi konten
Spot foto ekstrem memang terlihat menarik di media sosial, tetapi keselamatan tetap harus jadi prioritas utama. Hindari berpose di titik berbahaya seperti ujung tebing, anjungan sempit, atau area dekat ombak besar hanya demi hasil foto yang estetik.
Saat mengambil gambar, tetap perhatikan kondisi sekitar dan jangan terlalu fokus pada layar ponsel, hingga lupa memperhatikan pijakan atau perubahan ombak.
3. Perhatikan cuaca dan kondisi laut
Sebelum berangkat, biasakan mengecek prakiraan cuaca dan kondisi ombak di lokasi wisata. Tebing laut sangat berisiko saat cuaca buruk, angin kencang, atau ombak sedang tinggi.
Gelombang besar juga bisa datang tiba-tiba dan menghantam area tebing dengan kuat, sehingga penting untuk tetap menjaga jarak aman dari bibir pantai maupun batuan karang.
4. Ikuti arahan pengelola dan warga lokal
Jika belum familiar dengan lokasi wisata, tidak ada salahnya meminta bantuan warga lokal atau pengelola setempat, untuk mengetahui area mana yang aman dikunjungi.
Perhatikan juga papan peringatan dan selalu dengarkan imbauan petugas, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
5. Gunakan perlengkapan yang nyaman dan aman
Pilih alas kaki dengan grip anti-slip, agar tidak mudah terpeleset di area berbatu atau licin. Hindari memakai sandal licin atau sepatu yang kurang nyaman untuk medan tebing.
Selain itu, gunakan pakaian yang memudahkan bergerak, agar tetap aman saat berjalan di area wisata alam yang cukup ekstrem.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)